Tahun 2008, Pendapatan Telkom dan Telkomsel Tetap Tumbuh
Kapanlagi.com - Direktur Utama PT Telkom Tbk, Rinaldi Firmansyah, mengatakan, pendapatan PT Telkom Tbk dan PT Telkomsel pada 2008 tetap akan tumbuh dan tidak terpengaruh oleh rencana penurunan tarif telekomunikasi sebesar 30% oleh pemerintah."Pendapatan tidak akan turun drastis, bahkan kita prediksikan akan tetap tumbuh, tetapi provitabilitasnya yang akan turun dan tumbuhnya revenue tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya," kata Rinaldi dalam jumpa pers di kantor Telkom Jakarta, Jumat (18/1). Pada kesempatan itu dia didampingi oleh Direktur Keuangan PT Telkom, Sudiro Asno, Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, dan Eksekutif Vice President Strategic Investment And Corporate Planning PT Telkom Tbk, David Berg. Rinaldi mengatakan, hal tersebut karena melihat bahwa penetrasi telekomunikasi di Indonesia baru sekitar 40% dan pelanggan masih bisa tumbuh. "Masih ada pertumbuhan sekitar lebih dari 20 juta pelanggan. Itu yang akan kita sasar," kata Rinaldi. Dia mengatakan, tanpa adanya rencana penurunan tarif telekomunikasi oleh pemerintah, tarif telekomunikasi pada 2008 tetap akan turun karena adanya kompetisi di bidang telekomunikasi. "Tarif pada 2008 tanpa disuruh, saya yakin semua operator sudah memprediksikan tarif telekomunikasi akan turun karena kompetisi," kata Rinaldi. Dia mengatakan ada 10 atau 11 operator telekomunikasi di Indonesia yang memberikan layanan GSM dan CDMA dibandingkan dengan hanya 3 operator telekomunikasi di Australia, 3 operator di Malaysia dan 3 operator di Filipina. Mengenai rencana penurunan tarif telekomunikasi sebesar 30 persen, Rinaldi mengatakan regulator perlu membuat keseimbangan untuk tarif telekomunikasi bagi masyarakat dan pengembangan investasi dunia telekomunikasi di Indonesia. "Perlu dicari keseimbangan tarif agar regulator membuat tarif yang terjangkau tetapi pada saat yang sama memberikan insentif untuk investasi," katanya. Dia mengatakan Telkom dan Telkomsel akan terus melakukan berbagai rencana bisnis agar ada pertumbuhan pendapatan. "Telkom dan Telkomsel melakukan Capex, investasi, melakukan penambahan pelanggan sehingga tetap kita perkirakan ada pertumbuhan revenue tetapi tingkatnya lebih rendah kalau dibandingkan tidak ada penurunan tarif," kata Rinaldi. Dia menjelaskan meski ada penurunan tarif telekomunikasi, tetapi pelanggan cenderung tetap mempertahankan budget dana untuk telekomunikasi "Pelanggan punya budget yang akan tetap meski tarif turun, cuma jam bicara dan pemakaian SMS akan bertambah banyak sehingga," tambah Rinaldi. Sedangkan Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja mengatakan mengenai tarif telekomunikasi, pihaknya akan selalu mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemerintah Telkomsel akan terus menambah kapasitas jaringan untuk mempertahankan pendapatan perusahaannya. "Kesempatan untuk mempertahankan pendapatan yang pertama adalah elastisitas yaitu harga makin murah maka volume makin besar, " kata Kiskenda. Selain itu Telkomsel juga akan menambah layanan (value added services) bagi pelanggan, selain meningkatkan kualitas layanan, serta perluasan jangkauan dengan 21 ribu BTS yang ada saat ini. Kiskenda mengatakan tahun 2007, Telkomsel diprediksikan akan mengalami pertumbuhan pendapatan lebih dari 24%. "Pertumbuhan pelanggan bersih Telkomsel sebanyak 12,2 juta orang selama 2007 sehingga total pelanggan mencapai 47,89 juta pelanggan sampai akhir tahun 2007," kata Kiskenda. Selama 2007, kata dia, Telkomsel telah membangun sebanyak 4900 BTS sehingga total BTS sebanyak 20.884 BTS. (*/bun) |