< >

OP Belum Mampu Turunkan Harga Beras

Minggu, 20 Januari 2008 15:25
Kapanlagi.com - Operasi stabilisasi harga beras (OSHB) atau operasi pasar (OP) yang dilakukan Bulog Divre Jawa Tengah belum mampu menurunkan harga beras di pasaran, karena harganya hingga kini masih tinggi, yakni Rp5.500,00 per kg-Rp6.000,00 per kg.

"Harga beras saat ini masih berkisar antara Rp5.500,00 per kg-Rp6.000,00 per kg. Belum ada penurunan harga. Nggak tahu kapan harga beras akan turun," kata Sujadi (46), pedagang beras di Pasar Dargo Semarang, Sabtu (19/1).

Meskipun harga beras naik, katanya, permintaan beras setiap hari tidak mengalami penurunan. "Namun memang konsumen mengeluhkan kenaikan harga beras yang cukup tinggi padahal sudah ada OP," katanya.

Sujadi mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan adanya kenaikan harga beras yang cukup signifikan di pasaran belakangan ini karena dirinya kulakan beras juga sudah dengan harga yang tinggi.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jateng, Gatot Adji Soetopo, mengakui, meskipun OP di 10 pasar Kota Semarang belum mampu menurunkan harga beras, tetapi membantu masyarakat mendapatkan beras kualitas premium dengan harga lebih murah karena beras OP yang dijual Rp4.750,00 per kg direspon masyarakat.

Ia mengatakan, jika menginginkan beras OP tepat sasaran seharusnya Bulog mengumumkan jadwal OP agar masyarakat mengetahuinya. Jika tidak ada pengumuman jadwal OP dapat dilakukan dengan menggunakan truk berkeliling ke permukiman.

"Untuk melaksanakan OP truk Bulog yang membawa sedikitnya 7 ton - 8 ton beras premium jenis IR 64 super ini sebaiknya mendatangi permukiman agar masyarakat mengetahui ada beras murah," katanya. (*/bun)