< >

Menteri PU dan Kepala BPN Rapat Soal 'Trans Jawa Utama'

Minggu, 20 Januari 2008 18:24
Kapanlagi.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan rapat informal dengan Bupati dan Walikota di Jawa Tengah di Semarang, Minggu (20/1) ini.

"Rapat dirancang sejak lama, akan tetapi sulit mengumpulkan pejabat saat hari kerja, sehingga kami putuskan hari Minggu," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di Jakarta, akhir pekan ini sebelum keberangkatan.

Pertemuan yang dirancang Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz untuk membahas pembebasan tanah bagi pembangunan tol Trans Jawa di Provinsi Jawa Tengah yang masih membutuhkan koordinasi lebih jauh.

Jalan tol Trans Jawa Utama (koridor Cikampek - Surabaya) sepanjang 644 kilometer telah ditetapkan sebagai prioritas pertama untuk diselesaikan pada tahun 2009, untuk itu perlu upaya percepatan pengadaan tanah agar selesai tahun 2008.

Kebutuhan pengadaan tanah tahun 2008 untuk Tol Trans Jawa diperkirakan Rp5,5 triliun, sedangkan nilai investasi termasuk tanah diperkirakan senilai Rp35,8 triliun.

Jalan tol yang menjadi prioritas utama diantaranya Cikampek - Palimanan, Kanci - Pejagan, Pejagan - Pemalang, Pemalang - Batang, Semarang - Batang, Semarang - Solo, Solo - Mantingan, Nantingan - Ngawi - Kertosono, dan Kertosono - Mojokerto.

Estimasi pembebasan tanah untuk 10 ruas tol diperkirakan mencapai Rp3,95 triliun, serta ada dua ruas yang belum menyelesaikan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yakni Solo - Mantingan dan Mantingan - Kertosono yang saat ini masih tahap negosiasi dengan investor PT Thies Contractor Indonesia.

Progress pelaksanaan pengadaan tanah sendiri sebagian besar masih dalam tahap pembicaraan bahkan untuk Tol Cikampek - Palimanan, investor PT Lintas Marga Sedaya tidak bersedia mendanai pengadaan tanah sebelum kepastian mengenai resiko pembebasan tanah (land capping).

Sementara untuk ruas Tol Pejagan - Pemalang, Pemalang - Batang, Batang - Semarang belum ada kepastian pendanaan dari investor bersangkutan sehingga pemerintah daerah belum bisa melaksanakan proses pembebasan tanah.

Ruas yang siap baru Tol Kanci - Pejagan yang saat ini sudah mencapai 80%, serta Mojokerto - Surabaya yang telah mencairkan dana Badan Layanan Umum (BLU) guna pembebasan tanah 81,7 miliar seluas 21,8 hektare. (*/bun)