< >

Atasi Kebakaran, Dephut Operasikan Helikopter Kamov

Senin, 21 Januari 2008 17:29
Kapanlagi.com - Departemen Kehutanan akan secepatnya mengoperasikan helikopter Kamov Ka-32A buatan Rusia untuk penanggulangan kebakaran lahan yang kini marak terjadi di Kalimantan Barat.

"Departemen Kehutanan sekarang tengah menyiapkan izin terbang untuk pilotnya karena berasal dari Korea Selatan," kata Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Kalbar, Sunarno di Pontianak, Senin.

Berdasarkan pantauan dari udara pada Sabtu (19/1) lalu, ia melihat bahwa kawasan yang terbakar meski terletak di sekitar Kota Pontianak namun berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui transportasi darat dan air. "Satu-satunya yang cukup efektif menggunakan transportasi udara untuk memadamkan api tersebut," katanya.

Lokasi yang terbakar terletak di Kecamatan Terentang, Kecamatan Rasau Jaya dan Kecamatan Sungai Kakap (ketiganya di Kabupaten Kubu Raya -red) serta sebagian di selatan Kabupaten Ketapang.

Ia mengatakan, dari pendeteksian satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) maupun pantauan udara belum ditemukan adanya kebakaran lahan di areal perkebunan. "Kebakaran masih di lahan pertanian. Kondisi semakin diperparah karena lahan yang terbakar termasuk lahan gambut yang sulit dipadamkan," katanya.

Helikopter Kamov Ka-32A mampu mengangkut air antara 3.000 - 5.000 liter setiap kali terbang dan "dibuang" dengan cara ditembakkan atau dituang.

Departemen Kehutanan menyewa dua helikopter Kamov untuk antisipasi kebakaran lahan masing-masing ditempatkan di Pontianak dan Pekanbaru. Jumlah titik panas yang terdeteksi pada Minggu (20/1) sebanyak 16 buah, Sabtu (19/1) dua buah, dan Jumat (18/1) enam buah.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalbar, Tri Budiarto mengatakan, rentang waktu kualitas udara yang tidak sehat di Kota Pontianak dan sekitarnya cenderung meningkat dalam tiga hari terakhir.

Untuk Jumat (18/1) misalnya, durasinya hanya setengah jam. Namun Sabtu (19/1) meningkat menjadi lima jam dan Minggu (20/1) enam setengah jam. "Kondisi itu terutama terjadi pada malam hari," katanya.

Sementara Gubernur Kalbar, Cornelis telah meminta seluruh instansi terkait untuk melakukan pemadaman di lahan yang terbakar.

"Sesuai aturan, pelaku pembakaran ditangkap. Tetapi perlu dilakukan pembinaan," katanya. Ia juga menyayangkan pembakaran lahan gambut karena berpotensi untuk ditambang. (kpl/rit)