"Bangga dan haru, karena ini proses lama serta memakan banyak energi politik. Akhirnya pak Agum Gumelar (AG) dengan tulus menanggalkan segala atributnya `yang lain` dan menggunakan jas merah berlambang `Banteng Moncong Putih`, simbol kebesaran PDI Perjuangan," katanya melalui hubungan telepon seluler, Senin.
Pemakaian jas merah itu, menurut Andreas Pareira, dilakukan mengawali persiapan menuju pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat (Jabar, pada hari Jumat (18/1) lalu.
"Itu kami lakukan, menyusul ditetapkannya AG yang dicalonkan oleh PDI Perjuangan berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PDI Perjuangan Nomor 1734,a/IN/DPP/I/2008," ungkapnya lagi.
Pemakaian busana kebesaran PDI Perjuangan itu, dilakukan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Rudi Harsa Tanaya, bersama beberapa pengurus DPD dan sejumlah Ketua DPC PDI Perjuangan.
"Agum Gumelar dipakaikan jas merah berlogo `Banteng Moncong Putih` sebagai simbol bahwa AG adalah bagian dari PDI Perjuangan dalam perjuangannya menuju kursi nomor satu di Jawa Barat," ujar Andreas Pareira lagi.
Sementara itu, secara terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Rudi Harsa Tanaya mengajak segenap kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk mengamankan SK DPP PDI Perjuangan dan mendukung AG yang berpasangan dengan Nu`man Abdul Hakim.
Rudy Harsa Tanaya juga menitipkan kepada Agum Gumelar agar memperjuangkan visi dan kepentingan PDI Perjuangan di Jabar kelak, apabila terpilih menjadi Gubernur Jabar.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Agum Gumelar (Mantan Ketua Umum KONI dan bekas Menteri Perhubungan RI) bersama Nu`man Abdul Hakim diusung PDI Perjuangan sebagai pasangan Calon Gubernur (Cagub) serta Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jabar.
Beberapa partai lain yang ikut mengusung pasangan ini, ialah Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKBP), Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (*/cax)