Warga Kupang Masih Kesulitan Air Bersih
Kapanlagi.com - Sebagian besar warga Kota Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai saat ini masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. "Sudah enam bulan ini air dari PDAM tidak mengalir. Warga di sini hanya bergantung pada air tanki, " kata salah seorang warga Kelurahan Kayu Putih, Ny. Olga, di Kupang, Selasa. Direktur Teknik PDAM Kupang, Ir. Ali Nurawi yang dihubungi terpisah mengakui, masih ada sebagian wilayah dalam kota yang tidak kebagian air bersih. Menurut dia, PDAM sedang menyiapkan langkah-langkah penanganan agar distribusi air ke semua wilayah dalam kota bisa dilakukan secara merata. Kiat yang akan dilakukan, menurut dia, adalah dengan mengubah sistem distribusi air dari sistem terbuka menjadi sistem tertutup. Selama ini, PDAM menggunakan sistem terbuka, yakni dengan menampung sejumlah sumber mata air, kemudian mendistribusikannya ke beberapa wilayah. "Ke depan sistem ini diubah menjadi sistem tertutup.Artinya, setiap sumber mata air akan difokuskan untuk melayani wilayah tertentu. Diharapkan sistem ini akan dapat mengatasi keluhan warga selama ini, " katanya. PDAM Kupang hingga saat ini memiliki 24 sumber mata air. Dalam keadaan normal, rata-rata debit air mencapai 425 liter per detik. Debit terendah 264 liter per detik. Menurut dia, setiap debit air berkapasitas satu liter air per detik bisa melayani 1.000 orang. Ini berarti, dalam keadaan tidak normal atau pada saat debit mencapai titik terendahpun pelanggan tidak perlu merasa kesulitan air. Hal ini karena jumlah pelanggaran PDAM sampai akhir 2007 hanya tercatat 23.053 pelanggan. Jumlah ini secara matematis, debit air mencapai titik terendahpun dapat melayani pelanggan, katanya. Kebocoran Faktor lain yang menyebabkan warga kesulitan air adalah kebocoran jaringan transmisi yang mencapai 30 persen, baik yang disebabkan karena ulah manusia dan putusnya jaringan transmisi. Dia mengatakan, banyak air yang terbuang karena ulah manusia sendiri, padahal, satu tetes air sama dengan kita kehilangan 900 liter air per bulan. Karena itu, dia meminta warga untuk bersama-sama membantu PDAM dalam mengawasi jaringan transmisi agar setiap tetes air dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. (*/cax) |