Tujuh Balita Gizi Buruk Meninggal di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung

Kapanlagi.com - Sebanyak tujuh anak usia bawah lima tahun (balita) berstatus penderita gizi buruk meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten selama beberapa minggu terakhir ini.

Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Hj Rostarina,Selasa,mengatakan, ketujuh balita yang meninggal dunia disebabkan terserang berbagai penyakit penyerta yakni tuberkolosis, paru-paru,pneumonia,diare,demam tinggi dan lainnya.

Sebagian besar mereka dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah sangat parah,sehingga petugas medis mengalami kesulitan untuk menyembuhkan penyakitnya.

"Sebagian besar penyakit penyerta gizi buruk sudah tahap kategori stadium III,"katanya.

Selain itu, kata dia, banyak pasien gizi buruk yang sedang mendapat perawatan medis, terpaksa pulang ke rumah dengan alasan ekonomi atau tidak mampu .

Oleh karena itu,lanjut Rostarina, penyembuhan pasien gizi buruk tidak akan tuntas untuk memulihkan kesehatan maupun status gizi, padahal selama perawatan mereka memperoleh bantuan uang sebesar Rp50.000 per hari.

"Banyak pasien gizi buruk terpaksa dibawa ke sini lagi untuk dirawat, karena kesehatannya benar-benar belum tuntas seratus persen,"katanya.

Ia menyebutkan,selama tiga pekan terakhir jumlah balita status gizi buruk yang dirawat di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tercatat sebanyak 65 anak dan tujuh balita di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, dr Yessin, mengemukakan,lima pasien penderita gizi buruk yang dirawat di ruangan Belimbing, positif terserang penyakit tuberkolosis (TBC). Mereka diduga tertular oleh orang tua atau tetangga yang terlebih dulu mengidap penyakit TBC.

"Penularan penyakit TBC sangat mudah menyerang anak-anak,apalagi kondisinya menderita gizi buruk. Penderita gizi buruk berpotensi tertular TBC,"katanya.

Mardani (40) warga Desa Mekarsari,Kecamatan Maja,Kabupaten Lebak, mengaku, anaknya bernama Wiwin (7 bulan) menderita gizi buruk terpaksa pulang paksa karena di kampungnya banyak pekerjaan.

"Anak saya sudah 22 hari dirawat di ruangan Belimbing, namun kesehatannya belum kunjung sembuh," katanya. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com