"Kepada para investor dari dalam dan luar negeri, saya mengundang saudara-saudara sekalian untuk berperan aktif dan terlibat dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia," kata Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono.
Menurut Presiden, pemerintah bersama DPR telah dan sedang melakukan perubahan terhadap empat paket UU di bidang transportasi yang diharapkan dapat mendorong sektor swasta untuk ikut serta dalam membangun infrastruktur transportasi, yang dalam UU lama hal itu tidak dimungkinkan.
Dengan UU yang baru itu, Presiden mengharapkan Dephub dan PT KA dapat lebih secara proaktif mengajak sektor swasta dalam dan luar negeri untuk bermitra membangun sarana dan prasarana perkeretaapian seperti misalnya kereta api bandara, kereta api komuter atau "cyrcle line" dan monorel.
Presiden menambahkan, pembangunan transportasi harus diarahkan untuk peningkatan pelayanan jasa transportasi secara efisien, handal, berkualitas, aman dan harga yang terjangkau terjangkau.
Kelambatan pembangunan sektor transportasi, katanya, akan berakibat terganggunya pembangunan di sektor perekonomian yang akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Bahkan, lanjut Presiden, data menunjukkan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan industri adalah sektor transportasi.
"Kita menyadari, meskipun kita ingin melakukan pembangunan secara besar-besaran di bidang transportasi tetapi selalu ada keterbatasan APBN. Oleh karena itu diperlukan kebijakan terpadu untuk mobilisasi anggaran pemerintah maupun dari pihak swasta," katanya.
Sejumlah menteri nampak hadir dalam acara tersebut, antara lain Mendiknas Bambang Sudibyo, Menegpora Adhyaksa Dault, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Seskab Sudi Silalahi.
Selain itu, hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz beserta jajarannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta Dubes Jepang yang diwakili oleh Ken Okaniwa.
Usai acara tersebut, Presiden dan rombongan mencoba rel ganda yang baru diresmikan dengan naik Kereta Luar Biasa (KLB) dari Stasiun Kutoarjo menuju Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jalur Ganda
Dalam kesempatan itu, Menhub Jusman Syafi`i Djamal mengatakan, peran jalur ganda kereta api lintas Kutoarjo-Yogyakarta sangat penting untuk meningkatkan pelayanan perkeretaapian terutama di kawasan tersebut, serta mengurangi persilangan KA, dan menambah frekuensi lalu lintas KA.
Menurut Menhub, jalur ganda Kutoarjo-Yogyakarta lintas Kroya-Yogyakarta sepanjang sekitar 63,649 kilometer itu dibangun mulai awal 2004 dan selesai pada 25 September 2007.
Total dana yang digunakan untuk pembangunan jalur ganda tersebut sekitar Rp907,4 miliar yang sebagian besar merupakan bantuan Pemerintah Jepang kepada Indonesia melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Sedangkan Depo KRL Depok merupakan fasilitas perawatan kereta api dan penyimpanan rel KRL yang terbesar di Asia Tenggara dan termodern.
Menurut Menhub, Depo KRL Depok bisa menampung sekitar 250 unit gerbong kereta api. Pembangunan Depo tersebut dimulai pada 2004 selesai pada Agustus 2007 dengan total biaya sebesar Rp504 miliar.
Sedangkan Gubernur Jateng Ali Mufiz mengharapkan, pembangunan jalur ganda tersebut dapat menunjang Kawasan Ekonomi Khusus Jawa bagian selatan.
Ia juga berharap agar pembangunan jalur ganda kereta api itu juga diikuti pembangunan jalur lalulintas selatan Jawa, sehingga ke depan akan memberi kontribusi bagi penerimaan pendapatan Provinsi Jateng.
"Ke depan pembangunan jalur ganda itu diharapkan dapat dilanjutkan dari Yogyakarta ke Solo," katanya. (*/rsd)