Kepala Humas Daops VI Yogyakarta, Hartomo, di lokasi kejadian di Kalioso, mengatakan, KA nomor loko CC 20138 dengan masinis Sutriono, membawa 16 rangkaian gerbong ketel (tangki) muatan BBM dari Rewulu tujuan Cepu itu, satu gerbong terguling dan 15 lainnya selamat.
"KA tersebut akan memasuki Stasiun Kalioso atau sekitar satu km dari stasiun gerbong kedua KKW 127 dari loko terguling dan gerbong ketiga KKW 301 mengalami anjlok, tetapi tidak sampai terguling dan 14 lainnya masih tertahan pada rel," katanya.
Tergulingnya gerbong kedua dari 16 rangkaian muatan solar tersebut mengakibatkan sebanyak 37.680 liter solar tumpah ke sawah dan hal ini dimanfaatkan oleh warga dari tumpahan BBM itu.
Selain itu, tergulingnya KA BBM itu, juga mengakibatkan KA Brantas jurusan Jakarta-Blitar terlambat sekitar tiga jam.
Pihak KAI telah mengevakuasi rangkaian gerbong yang terguling dan sekitar 05.45 WIB jalur Semarang-Solo sudah normal, karena, kejadian itu bertepatan di persimpangan jalur memasuki stasiun Kalioso sehingga KA yang akan melewati bisa menggunakan jalur yang satu.
"Kami telah memperbaiki jalur yang rusak dan harus mengganti rel yang bengkok dan bantalannya akibat kecelakaan itu," katanya.
Pihaknya sudah memberangkatkan 13 gerbong BBM yang selamat ke Cepu, sedangkan tiga gerbong yang masih berada di Stasiun Kalioso masih perlu perbaikan. (*/cax)