
"Keadaan umum mundur dibandingkan hari sebelumnya," kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono.
Dia mengungkapkan, kendati fungsi jantung Soeharto stabil, tapi kondisi paru-paru kembali menurun.
"Tanda-tanda infeksi sistemik tampaknya bertambah berat," katanya.
Tim dokter menyatakan, pada Rabu mereka masih berupaya maksimal mengatasi infeksi sistemik yang mendera Soeharto.
Selain itu, upaya lainnya adalah mengatur pemasukan kalori melalui saluran makanan yang tersedia, memperbaiki keadaan umum serta meneruskan perawatan intensif lainnya sesuai program sebelumnya.
Sejumlah program perawatan intensif tersebut adalah menstabilkan kondisi Soeharto dengan mengeluarkan cairan yang masih menggenangi paru-paru, pemberian tambahan dosis antibiotik dan obat-obatan untuk mengurangi infeksi.
Sebelumnya pada Selasa sore (22/1), tim dokter telah memasang saluran makanan langsung ke dalam lambung Soeharto untuk memperbaiki fungsi pencernaannya. (*/cax)