< >

Maret, Harga Kedelai Ditarget Rp6.500/Kg

Rabu, 23 Januari 2008 12:45
Kapanlagi.com - Harga kedelai tiga bulan mendatang (Maret) ditargetkan mencapai Rp6.500 per kg mengingat penerapan Bea Masuk (BM) 0% sejak 21 Januari 2008.

"Sekarang harga Rp7.200, kalau BM turun 10% dengan harga dunia US$600 dan kurs Rupiah terhadap Dola AS Rp9.000, harusnya harga eceran kedelai Rp6.500,"papar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR yang berlangsung hingga Rabu dinihari itu.

Pemerintah akan memantau perkembangan harga kedelai di dalam negeri setelah kebijakan penurunan BMB dari 10% menjadi nol% diberlakukan.

Menurut dia, dengan kebijakan tersebut harga kedelai harus turun 10% jika tidak terjadi berarti ada kesalahan dalam perdagangan kedelai.

"Siapapun yang melakukan impor, itu harga yang seharusnya terbentuk,"ujarnya.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIB DPR itu, hadir pula Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Koperasi dan UKMB Suryadharma Ali, Dirut Perum Bulog serta perwakilan Inkopti dan PTB Pertani.

Rapat Kerja yang dipimpin Toto Daryanto dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menghasilkan kesimpulan yang salah satunya mendesak KPPU untuk menyelidiki dugaan kartel dalam perdagangan kedelai.

Toto mengatakan pemerintah harus segera mengambil tindakan yang efektif untuk menekan harga kedelai untuk meringankan industri kecil yang menggunakan bahan baku kedelai seperti produsen tempe, tahu dan kecap.

"Yang penting harus ada action, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Yang paling nyata (pemberian) subsidi, kalau tidak panggil pengusaha untuk turunkan harga, jangan ambil untung banyak-banyak,"katanya.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Hasto Kristianto mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi masalah lonjakan harga kedelai.

Ia mengusulkan agar pemerintah untuk memangkas rantai distribusi kedelai dari importir supaya langsung ke pengusaha tempe dan tahu.

"Apakah juga sudah dikaji kemungkinan subsidi seperti minyak goreng,"ujarnya.

Sementara itu, pemerintah masih membahas peran baru bagi Bulog terkait pengamanan harga kedelai di dalam negeri.

Menurut Mendag, nantinya peran Bulog tidak hanya mengimpor tetapi juga menjamin pembelian kedelai produksi dalam negeri dan mengurangi kemungkinan permainan harga oleh importir lainnya.

Namun, pemerintah masih belum memutuskan peran baru Bulog dalam pengamanan harga kedelai. Meski demikian, Bulog dapat melakukan impor untuk dijual secara komersial.

"Kita sudah putuskan Bulog sebagai penyeimbang (dalam hal impor). Pengaruhnya baru dirasakan setelah ada impor dan produksi dalam negeri,"kata Mendag.

Sedangkan mengenai subsidi, Mendag mengatakan pemerintah masih memerlukan kajian tentang besaran dan sasaran penyalurannya.

Mendag mengaku telah memanggil importir dan mengimbau untuk menekan keuntungan serta tidak memainkan harga.

Kebijakan yang telah diambil pemerintah, lanjut Mendag, baru akan dirasakan pengaruhnya dalam tiga bulan mendatang. (kpl/rit)