Libur Galungan, Hunian Hotel Bali Rendah

Kapanlagi.com - Bertepatan libur Hari Raya Galungan, Rabu (23/1), tingkat hunian hotel di berbagai kawasan di Bali umumnya tergolong rendah, kecuali hotel-hotel di Nusa Dua yang rata-rata mencapai 70%.

Keterangan yang dihimpun ANTARA menyebutkan, kunjungan wisatawan asing ke Bali kini memasuki masa "low season" menyusul berakhirnya musim libur Natal dan tahun baru, sehingga mempengaruhi tingkat hunian hotel di Pulau Dewata.

Penurunan kunjungan turis ke Pulau Dewata ini di antaranya terlihat dari arus kedatangan dan keberangkatan wisatawan asing yang melalui Bandara Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung.

Arus kedatangan dan keberangkatan orang asing di bandara internasional itu yang sejak pertengahan Desember 2007 berkisar lima-enam ribu, kini sering sampai di bawah lima ribu orang per hari.

"Memang ada sedikit penurunan, kisarannya ratusan orang per hari. Paling ramai akhir pekan kemarin, terutama oleh banyaknya turis yang akan kembali ke negaranya," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Ahmad Munir.

Puncak keramaian di Bandara Ngurah Rai itu bertepatan berakhirnya penerbangan carter yang mengangkut rombongan ribuan wisatawan Rusia dalam sejumlah penerbangan yang berlangsung sejak pekan terakhir Desember lalu.

Menurut Manajer Pemasaran Bali Bird Park, Bayu Yulistia, di Rusia memiliki tradisi libur Natal bersamaan libur tahun baru, yang biasanya berlangsung hingga pertengahan Januari.

"Wisatawan Rusia menyenangi obyek wisata taman burung. Bahkan selama libur Natal hingga pertengahan Januari lalu kami dikunjungi ribuan turis dari negeri tersebut," kata pengelola taman burung yang berlokasi di Singapadu, Kabupaten Gianyar ini.

Asisten Manajer Eksekutif Alam Kulkul Boutique Resort & Hotel Bali, Hery Andizar, juga mengakui kini tingkat hunian hotel pada umumnya menurun, karena sedang memasuki musim sepi.

"Di hotel kami tingkat huniannya kini rata-rata hanya 50%. Itu pun sebagian wisatawan domestik," kata Hery yang hotelnya menghadap Pantai Kuta, yang merupakan kawasan wisata paling ramai di Bali.

Direktur Eksekutif Bali Hotels Association, Djinaldi Gosana, juga membenarkan bahwa dari 80 hotel yang para pengelolanya menjadi anggota BHA, umumnya juga mengakui saat ini sedang memasuki musim sepi, ditandai penurunan tingkat hunian hotel.

"Musim sepi ini kebetulan bertepatan Hari Raya Galungan, saat karyawan hotel yang beragama Hindu harus libur melaksanakan persembahyangan dan berbagai ritual lainnya," ucapnya.

Namun kondisi "low season" itu tidak terjadi pada kawasan wisata Nusa Dua yang terdapat 15 hotel berbintang lima. Berdasarkan laporan terakhir, rata-rata tingkat hunian hotel mewah yang didominasi wisatawan asing itu masih bertahan mencapai 70%.

"Dari rekap terakhir rata-rata tingkat hunian hotel di Nusa Dua masih bertahan sekitar 70%. Bahkan di tempat kami kini mencapai 90%," kata Direktur Komunikasi dan Pemasaran The Laguna Resort & SPA, Sugeng Purnomo.

Hal itu terjadi karena minat wisatawan asing "kelas atas" tetap tinggi untuk berlibur ke Bali, selain adanya rombongan perusahaan yang sekaligus melakukan rapat/pertemuan. (kpl/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com