Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu mengatakan, ketidaksesuaian tersebut merupakan salah satu penyebab penurunan produksi minyak secara keseluruhan.
"Produksi sejumlah lapangan tidak sesuai dengan perkiraan yang ada di POD," katanya.
Lapangan tersebut antara lain Pondok Tengah yang dioperasikan PT Pertamina EP dari perkiraan produksi puncak 16.000 barel per hari, hanya tercapai 3.500 barel per hari.
Lapangan West Seno, PT Chevron Pacific Indonesia dari 60.000 menjadi 26.000 barel per hari, Belanak, ConocoPhillips dari 69.800 jadi 26.000 barel per hari, dan Mengoepeh, PearlOil dari 3.420 jadi 1.600 barel per hari.
Selain itu Lapangan Oseil, Citic Seram dari 21.000 ke 4.745 barel per hari, Piano dan West Piano, Petrochina Bangko dari 490 ke 294 barel per hari, dan TBA, JOB Pertamina-PetroChina Salawati dari 5.800 ke 5.000 barel per hari.
Menurut Muin, untuk mengatasi penurunan produksi, pihaknya telah melakukan percepatan proses POD, pengajuan biaya, dan pengadaan untuk lapangan baru, melakukan optimalisasi produksi melalui kegiatan EOR, dan penerapan teknologi baru seperti "radial drilling", "extended reach drilling" dan "multilateral well".
Wakil Ketua Komisi VII DPR Ahmad Farial meminta, BP Migas mengawasi secara ketat capaian POD yang diajukan kontraktor.
"Jangan sampai, `cost recovery` sudah dikeluarkan dengan dasar POD yang sudah disetujui, tapi target produksinya meleset. Ini merugikan negara," katanya.
Blok Cepu
Muin juga menjelaskan, produksi minyak Blok Cepu sebesar 20.000 barel per hari dipastikan akan dimulai akhir 2008.
"Mobil Cepu Limited (MCL) selaku operator Blok Cepu sudah menyatakan kesanggupannya," katanya.
Saat ini, dari target lima sumur produksi sudah diselesaikan tiga sumur yakni A1 dan A2 yang dibor 2001 dan A4 di tahun 2007.
Sedang, sumur A3 sedang dibor dan A5 akan dilakukan pengeboran setelah A3. Skenario penyaluran minyak Cepu adalah 10.000 barel per hari disalurkan ke fasilitas pengapalan lepas pantai (FSO) Tuban milik JOB PetroChina East Java melalui Lapangan Mudi.
"Sedang, 10.000 barel lainnya akan disalurkan ke kilang mini yang akan dibangun di Banyu Urip dan kilang lainnya," katanya. (kpl/rit)