Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, di sela pemberian apresiasi terhadap Tim Penanggulangan dan Relawan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Jateng dan Jatim, di Surabaya, Rabu.
"Untuk daerah yang rawan banjir baterai untuk catu daya posisinya sudah kita tinggikan antara 3-4 meter, sedangkan di daerah rawan gempa infrastruktur kita desain secara elastis," katanya didampingi Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Irfandi Firmansyah.
Menurut dia, terjadinya banjir, tanah longsor dan gempa di berbagai tempat telah mengganggu operasional sekitar 600 tower telekomunikasi (Base Trasceiver Station/BTS) Telkomsel di sejumlah tempat seperti di Jakarta, Jateng maupun di Jatim.
Dengan terganggunya operasional BTS itu maka layanan kepada pelanggan pun ikut terganggu. BTS yang masih hidup atau masih beroperasi di sekitar lokasi bencana sebenarnya masih bisa menjangkau, namun tetap tidak maksimal.
Karena itu, guna mengantisipasi kejadian-kejadian serupa, Telkomsel telah mendesain ulang infrastrukturnya di daerah-daerah yang dinilai rawan bencana. "Desain ulang ini sudah kita lakukan, dan akan terus kita lakukan secara bertahap," katanya.
Menyinggung kerugian Telkomsel akibat bencana banjir dan tanah longsor yang beberapa waktu menerjang wilayah Jakarta, Jateng, dan Jatim, Kiskenda mengatakan bahwa kerugian material tidak terlalu besar. "Kerugian terbesar kita itu kalau layanan kita kepada pelanggan terganggu," katanya.
Sementara itu, guna meringankan beban penderitaan korban bencana banjir dan tanah longsor di Jateng dan Jatim, Telkomsel telah menyalurkan bantuan sekitar Rp313 juta. Telkomsel terus akan mengusahakan untuk membantu selama operator telekomunikasi itu mampu.
Pada kesempatan itu mantan Kepala Telkom Divre V Jatim itu bahkan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada segenap jajarannya, sebab dalam kondisi seperti itu jajaran Telkomsel tetap mengedepankan kepedulian kepada masyarakat luas.
Ia mencontohkan, dari 35 kegiatan yang dilaporkan jajaran Telkomsel Area Jawa Bali, satu kegiatan dilakukan terkait dengan dukungan terhadap karyawan yang terkena banjir, satu kegiatan yang terkait dengan penanganan jaringan dan lima terkait dengan pelayanan, sedangkan 28 lainnya terkait dengan kegiatan sosial yakni Corporate Social Responsibility (*/rsd)