"Dalam sepakbola wajar ada kegagalan, tapi kami tetap akan mempertahankan 75% pemain yang ada saat ini," kata Manajer Persik, HA Maschut di Kediri, Jawa Timur, Rabu (23/01).
Menurut dia, 75% dari sekitar 22 pemain Persik yang ada saat ini masih layak diperpanjang masa kontraknya hingga kompetisi Super Liga yang bakal mulai digulirkan pada bulan Juli mendatang.
"Kami hanya akan mengevaluasi lini pertahanan, selebihnya akan kami pertahankan," kata Walikota Kediri itu usai menerima bantuan mobil ambulans dari PT Jamsostek untuk RSUD Gambiran.
Namun demikian, untuk kontrak bomber Persik asal Uruguay, Christian Gonzales, pihaknya masih menunggu keputusan dari PSSI, karena pencetak gol terbanyak itu sudah tiga musim terakhir bergabung dengan tim sepakbola kebanggaan warga Kota Kediri tersebut.
Sedang untuk dua gelandang asing, Ronald Fagundez dan Danilo Fernando, diperkirakan masih akan tetap bertahan di Kota Kediri bersama Harianto dan kawan-kawan.
Sementara itu, kendati akan mengevaluasi lini pertahanan, namun Maschut belum bisa menentukan nasib para pemain bertahan seperti Fallah Johnson, Peter Rotimi Lipede, Aris Budi Sulistyo, dan Aris Indarto.
Dalam kesempatan itu dia menambahkan, bisa menerima permintaan mundur yang diajukan pelatih Daniel Roekito. "Dia memang sudah lama mengajukan permintaan mundur," katanya.
Namun untuk pengganti Daniel Roekito, Maschut mengaku belum bisa menentukan, karena dia membutuhkan setidaknya tiga nama yang bakal diseleksi.
Selain akan mempertahankan 75% pemainnya, dia juga akan membenahi sistem manajemen di tubuh Persik sebelum mengikuti kompetisi Super Liga.
Dalam keikutsertaannya di kompetisi Super Liga, Persik hanya mendapatkan kucuran dana dari APBD Kota Kediri tahun 2008 senilai Rp7,5 miliar. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan keikutsertaan Persik di musim kompetisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp27,5 miliar.
"Kalau dibilang tidak cukup, sudah barang tentu. Tapi nanti akan kita sesuaikan dulu," kata Maschut yang merangkap jabatan Manajer dan Ketua Umum Persik itu.
Mengenai kerusakan Stadion Brawijaya akibat kerusuhan yang terjadi pada 16 Januari lalu, Maschut kembali menegaskan, tetap meminta Badan Liga Indonesia (BLI) untuk turut bertanggung jawab memperbaikinya.
Sebelumnya di Solo, dia menginginkan itikad baik BLI untuk membantu perbaikan Stadion Brawijaya yang porak-poranda saat pertandingan antara Arema Malang melawan Persiwa Wamena terhenti di menit ke-76, Rabu (16/01) malam. (*/lpk)