"Saya keberatan dengan pasal yang diajukan oleh Maia yang mengatakan kalau dirinya harus disejajarkan dengan suami. Padahal itu tidak sesuai dengan hukum Islam. Kalau persamaan itu terkait dengan dunia politik, bisnis, sosial budaya, ya nggak apa-apa," kata Dhani, saat ditemui dalam gladi resik di sebuah TV swasta, Selasa (22/1) malam.
Diakui Dhani, dalam sidang terakhir kemarin, dirinya sudah melihat adanya jalan damai yang coba dibuat oleh majelis hakim. Namun, dengan banyaknya syarat yang diajukan Maia, hal itu menjadi pupus.
"Kondisinya menjadi tidak kondusif setelah Maia memberikan draf-draf yang tidak masuk akal," katanya.
Untuk saat ini, ayah tiga anak itu hanya akan menunggu perkembangan dari majelis hakim. Karena menurutnya semua itu masih bisa dikompromikan. "Kita belum sampai pada pokok masalah. Hakim hanya akan membahas dulu. Jadi lihat saja nanti," katanya. (kpl/fia)
Lihat Profil: Ahmad Albar, Dewa 19, Maia Ahmad
Pahami dulu dengan benar syariat islam tentang suami istri. Kalau baru tahu sedikit jangan menggunakannya utk mencari pembenaran. Pahami dan selami benar apa itu suami dan apa itu istri.
Suami yg gimana dulu yang bisa jadi pemimpin?, kalo suaminya bejat sih jangan maunya jadi pemimpin, pemimpin partai kambing sih gak pa2.
aku bisa mengerti mo nya maia, danny kamu tuh kok otoriter banget yah, mang kalo seorang pemimpin gak pernah salah, sebagian kalo damai ya saling share dong jangan arogan,kamu juga mesti tanya nurani dah jadi pemimpin yang baik dalam rumah tanggamu sdh adilkah kamu terhdap istrimu