"Kita memang berbeda, tetapi demi pembangunan hubungan di masa depan, kita harus menangani perbedaan-perbedaan itu , berusaha mencari penyelesaian yang baik dan bijaksana," kata dubes baru Vietnam untuk Washington, Le Cong Phung.
"Jika tidak, kita tidak dapat menyelesaikan masalah itu atau mungkin bahkan membuatnya lebih buruk," katanya kepada wartawan dalam jumpa pers di kedubes negara itu di Washington setelah menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden George W.Bush.
Phung mengatakan Bush menyampaikan masalah hak asasi manusia dan demokrasi dalam pertemuan mereka tetapi juga mengakui bahwa kedua negara "mengakui adanya perbedaan-perbedaan dan akan berusaha menyelesaikannya melalui satu "cara yang konstruktif, dengan sikap yang hormat dan tulus ikhlas."
"Saya dapat menjamin anda hak asasi manusia akan membaik... pada tahun 2008, akan lebih baik apabila dibandingkan dengan tahun 2007. Inilah yang pemerintah saya akan lakukan yaitu berusaha membuat rakyat kami hidup dengan tenang," katanya.
AS dan Vietnam telah melakukan dialog menyangkut hak asasi manusia dua kali setahun, di mana Washington mengetengahkan masalah-masalah kebebasan beragama dan reformasi demokratik di negara Asia tenggara yang memiliki tingkat perkembangan yang cepat itu.
Marah atas apa yang dianggapnya sebagai pengingkaran janji Hanoi untuk melakukan reformasi ketika negara itu bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia lebih setahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui sebuah undang-undang yang tidak mengikat yang akan mengkaitkan bantuan luar negeri AS untuk Vietnam dengan catatan hak asasi manusianya.
Warga-warga Amerika keturunan Vietnam, satu kekuatan politik yang meningkat di AS, juga mendesak para anggota DPR AS untuk lebih menekan pemerintah komunis di Hanoi itu memperbaiki hak asasi manusia.
Tetapi Phung mengatakan adalah tidak adil untuk membandingkan catatan hak asasi manusia Vietnam, yang terjadi sekitar empat dasawarsa perang setelah merdeka dari Prancis tahun 1945, dengan AS, sebuah negara merdeka lebih dari dua abad.
"Kita tidak dapat memiliki posisi yang cocok karena kondisi dan keadaan kita berbeda," katanya, dan menambahkan akan tetapi ia siap berbicara dengan semua warga Amerika Vietnam untuk memahami perasaan-perasaan mereka.
Kendati pun berbeda, katanya Vietnam dan AS "berada dalam saat-saat terbaik dalam hubungan mereka."
Hanoi, katanya, bertekad untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan AS.
Washington mencabut embargo perdagangan tahun 1994 dan memulihkan hubungan diplomatik penuh pada tahun berikutnya, dua dasawarsa setelah jatuhnya Saigon dalam perang Vietnam.
Jumlah transaksi dagang antara dua negara itu naik menjadi sekitar US$10 miliar tahun 2007, dengan investasi AS di Vietnam senilai sekitar US$5,6 miliar, kata Phung.
Ia juga mengatakan Vietnam mengundang kelompok-kelompok AS untuk mendirikan universitas-universitas , perguruan-perguruan tinggi dan pusat-pusat pelatihan di Vietnam untuk membangun satu kelompok sumberdaya manusia yang dapat melengkapi investasi-investasi yang membantu ekonomi negara itu.
Hanoi juga akan mengirim lebih banyak mahasiswa untuk pendidikan lebih tinggi di AS.
Ada sekitar 6.000 mahasiswa Vietnam di AS sekarang dan " saya tidak akan heran bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jumlah itu mungkin meningkat menjadi 10.000 orang, mungkin lebih," katanya. (*/lpk)