Mayat-mayat yang diduga memiliki luka-luka tembakan itu ditemukan di daerah Kiriketuwewa, 220 kilometer sebelah timur laut Kolombo, ibukota Srilanka, di sepanjang jalan Horowpathana-Kebithigollewa pada Kamis malam.
Seorang penduduk desa mengatakan, mayat-mayat itu ditemukan di dua lubang kubur dan tangan mereka diikat ke belakang tubuh mereka.
Salah satu lubang itu berisikan 10 mayat dan lubang yang lainnya enam mayat, dan sedikitnya satu orang dari mereka adalah wanita.
Polisi mengatakan, penyelidikan atas insiden itu dilakukan untuk memastikan apakah mereka dibunuh, dan penyelidikan terpisah akan dilakukan untuk mengidentifikasi mayat-mayat itu.
Kementerian Pertahanan Srilanka menyalahkan pemberontak Tamil atas pembunuhan itu dengan mengatakan, korban adalah warga sipil yang pergi untuk mencari ternak mereka.
Menurut kementerian tersebut, korban-korban itu tampaknya dibunuh dengan senjata tajam.
Pemberontak Tamil sejauh ini belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai insiden tersebut.
Mayat-mayat itu ditemukan ketika pemerintah meningkatkan operasi serangan terhadap pemberontak Tamil di Srilanka utara sambil melakukan gempuran-gempuran udara terhadap sasaran pemberontak.
Pemerintah membatalkan secara resmi perjanjian gencatan senjata 2002 dengan Macan Tamil yang telah berulang kali dilanggar dan para analis memperkirakan, pembatalan tersebut akan mengarah pada peningkatan konflik berdarah itu, yang telah menewaskan sekitar 70.000 orang sejak 1983.
Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Srilanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.
Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18% dari penduduk Srilanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak. (*/cax)