< >

Pemasyarakatan Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Tekan Kematian di LP/Rutan

Jum'at, 25 Januari 2008 11:52
Kapanlagi.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Depkum dan HAM meningkatkan pemberian pelayanan kesehatan bagi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) guna menekan angka kematian napi/tahanan di dalam LP/rutan.

"Kami mengoptimalkan pemberian pelayanan kesehatan kepada para napi/tahanan guna menekan angka kematian napi," kata Dirjen Pemasyarakatan Depkum dan HAM Untung Sugiono pada Workshop Jurnalis Depkum dan HAM, di Jakarta, Kamis.

Pada acara yang diselenggarakan di LP Khusus Narkotika itu , Untung menjelaskan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan itu antara lain melalui berbagai program antara lain program Rumatan Metadon bagi napi dan tahanan.

"Program Rumatan Metadon diperuntukkan bagi napi/tahanan yang ketergantungan narkoba," katanya.

Upaya lainnya adalah penambahan tenaga dan sarana medis, penanggulangan penyakit menular melalui pola hidup yang sehat, program budaya bersih maupun pengobatan yang dilakukan sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain.

Selain itu juga dilakukan upaya peningkatan kualitas makanan baik variasi menu maupun gizi serta cara pengolahan/penyajian yang higienis.

Menjawab pertanyaan mengapa angka kematian napi di wilayah DKI Jakarta dan Banten tinggi jumlahnya, Untung menjawab hal itu antara lain juga terkait dengan kondisi LP/rutan yang over kapasitas, sehingga berpengaruh pada pemenuhan pelayanan kesehatan.

Selain itu keadaan tersebut dipengaruhi dengan tingginya angka penghuni LP yang terkait dengan kasus narkoba.

"Mereka yang masuk ke dalam LP/rutan sudah membawa penyakit," katanya.

Ia mencontohkan dari data yang ada 72% dari yang meninggal itu baru satu sampai enam bulan mendekam di LP, sementara 12,5% telah mendekam di LP selama tujuh hingga 12 bulan.

"Dengan melihat angka tersebut dapat dilihat bahwa mereka diduga telah membawa bibit penyakit dari luar penjara," tegasnya. (*/cax)