< >

Sultra Berpontensi Jadi Daerah Sentra Kedelai

Jum'at, 25 Januari 2008 12:22
Kapanlagi.com - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat berpotensi untuk menjadi salah satu daerah sentra kedelai di Indonesia, karena komoditi tersebut sangat cocok dikembangkan di daerah ini.

Selain itu, lahan yang tersedia cukup luas, termasuk lahan persawahan yang hanya berproduksi sekali setahun, kata Kabid Produksi, Dinas Pertanian Sultra, Ir Antoni Balaka di Kendari, Jum`at.

Menurut dia, adanya keinginan pemerintah untuk menambah luas lahan pengembangan kedelai seluas 200 ribu hektare di daerah sentra kedelai, seperti Provinsi Sumatera Utara, Aceh, Lampung dan Palembang juga bisa dikembangkan di Sultra.

Jika, Sultra mendapatkan kuota untuk mengembangkan kedelai berapapun jumlahnya, pihaknya optimistis dapat memenuhi kuota tersebut karena minat petani kedelai yang dulunya rendah, kini mulai kembali bergairah sebab harganya mulai membaik.

Antoni mengatakan, rendahnya produksi kedelai di Sultra maupun di daerah sentra kedelai lainnya di Indonesia, akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap petani kedelai.

Selama ini, pemerintah terlalu fokus pada peningkatan produksi padi dan jagung yang dibuktikan dengan banyaknya bantuan benih gratis dan pestisida, tetapi komoditi kedelai tidak ada sama sekali.

Selain itu, lanjut Antoni, kebijakan pemerintah untuk tetap mendatangkan kedelai dari luar negeri menjadi beban terberat bagi petani, sebab harga kedelai lokal lebih mahal dari harga kedelai luar negeri.

"Kenapa kita tidak mencoba memproduksinya sendiri, selain lahan yang memadai juga ketersediaan SDM petani kedelai juga memadai, baru kemudian menghentikan impor kedelai," ujarnya.

Data luas lahan kedelai se Sultra tercatat 3.112 hektare dengan produktivitas sembilan kuintal/hektare dan produksi pertahunnya terus meningkat sementara, 40 persen dari 90 ribu hektare lahan persawahan di Sultra dapat digunakan untuk memproduksi kedelai. (kpl/rit)

KOMENTAR PEMBACA

Dani MD Ket Umum DPP GERAM (28-11-2008 19:55:56)
Jika Pemda/Dinas pertanian Sultra ingin membantu masyarakat Indonesia, mungkin lebih baik menanam Koro pedang (Canavalia Ensifoermis) yang dapat tumbuh disemua jenis lahan, tanaman ini hanya memerlukan sedikait air dan hasil produksinya antara 6 s/d 12 ton/Ha/6 bulan, Dengan kandungan protein sebesar 30,38 % disamping dapat dijadikan pengganti Kedelai untuk bahan pangan dan pakan ternak, Koro pedang dapat dijadikan bahan baku Terigu pengganti Gandum (hasil produksi GERAM dan Unit Risbang PT Kimia Farma) Bila Jagung, Kedelai sudah mati karena kekeringan dimusim kemarau maka Koro pedang masih dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Kami berharap program penanaman Koro di Sultra dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani

Dani MD Ket Umum DPP GERAM (28-11-2008 19:55:47)
Jika Pemda/Dinas pertanian Sultra ingin membantu masyarakat Indonesia, mungkin lebih baik menanam Koro pedang (Canavalia Ensifoermis) yang dapat tumbuh disemua jenis lahan, tanaman ini hanya memerlukan sedikait air dan hasil produksinya antara 6 s/d 12 ton/Ha/6 bulan, Dengan kandungan protein sebesar 30,38 % disamping dapat dijadikan pengganti Kedelai untuk bahan pangan dan pakan ternak, Koro pedang dapat dijadikan bahan baku Terigu pengganti Gandum (hasil produksi GERAM dan Unit Risbang PT Kimia Farma) Bila Jagung, Kedelai sudah mati karena kekeringan dimusim kemarau maka Koro pedang masih dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Kami berharap program penanaman Koro di Sultra dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani

Dani MD Ket Umum DPP GERAM (28-11-2008 19:54:13)
Jika Pemda/Dinas pertanian Sultra ingin membantu masyarakat Indonesia, mungkin lebih baik menanam Koro pedang (Canavalia Ensifoermis) yang dapat tumbuh disemua jenis lahan, tanaman ini hanya memerlukan sedikait air dan hasil produksinya antara 6 s/d 12 ton/Ha/6 bulan, Dengan kandungan protein sebesar 30,38 % disamping dapat dijadikan pengganti Kedelai untuk bahan pangan dan pakan ternak, Koro pedang dapat dijadikan bahan baku Terigu pengganti Gandum (hasil produksi GERAM dan Unit Risbang PT Kimia Farma) Bila Jagung, Kedelai sudah mati karena kekeringan dimusim kemarau maka Koro pedang masih dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Kami berharap program penanaman Koro di Sultra dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani



Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar