Pantauan di pasar induk tradisional (PIT) Masomba, Manonda, dan Bambaru, Jumat, menyebutkan harga beras medium masih bertahan pada tingkat Rp4.800/kg, dan beras kualitas terbaik berkisar antara Rp5.200-Rp5.500/kg.
Sementara beras pulut putih dijual pedagang kepada konsumen Rp6.000/kg dan beras pulut hitam Rp7.000/kg.
Para pedagang setempat mengakui, kenaikan harga beras di pasaran dikarenakan harga penjualan di tingkat produsen (petani dan penggilingan padi) sejak awal Januari 2008 naik.
"Kami terpaksa menyesuaikan harga, sebab harga beras di tingkat produsen kembali naik," ujar Ny. Arie, pedagang beras di PIT Manonda.
Menurut dia, stok beras saat ini masih cukup memadai, sekalipun pasokan dari sentra-sentra produksi, termasuk dari Kabupaten Donggala dan Parigi-Moutong yang merupakan lumbung beras terbesar di Sulteng semakin berkurang.
Musim panen masa tanam (MT) pertama 2008 di kedua daerah ini baru berlangsung akhir Februari-Maret mendatang.
Sementara itu, sejumlah titik distribusi OP Bulog yang tersebar di tiga PIT di Palu tersebut pada Jumat ini diserbu warga yang kebanyakan adalah kalangan ibu rumah tangga.
Tingginya animo masyarakat membeli beras yang dijual Bulog itu, karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah ketimbang yang dilepas pedagang pengecer.
Bulog Sulteng menjual beras melalui OP sesuai dengan standar harga pemerintah yakni Rp4.500/kg atau terdapat selisih Rp300/kg dari harga penjualan para pedagang.
Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Sulteng, Tatang Sutarna, secara terpisah mengatakan pihaknya tetap menggencarkan pelaksanaan OP apabila harga beras di pasaran masih tinggi dan terus bergejolak.
"OP dilakukan semata-mata guna meringankan beban masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah," katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya dewasa ini sudah mengalokasikan ribuan ton stok beras untuk mendukung kegiatan OP di semua kabupaten/kota di Sulteng.
"Beras sebanyak itu akan dilepar di pasaran apabila harga beras masih terus berfluktuasi tinggi," kata dia. (kpl/rit)