Kekhawatiran itu muncul sehubungan dengan sebagian besar eksportir aneka kerajinan maupun pakaian buatan masyarakat daerah itu dipasarkan ke AS, kata pengusaha industri kecil dan kerajinan, Dewa Made Arnawa di Denpasar Jumat.
Ia menyebutkan, sebagian besar produksi Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dan aneka kerajinan berupa patung berbahan baku kayu, selama ini memasuki pasar AS, sehingga merasa khawatir jika benar resesi ekonomi melanda AS.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Drs IGN Sutedja mengakui bahwa sebagian besar realisasi ekspor aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali untuk memenuhi permintaan masyarakat AS.
Perdagangan hasil aneka barang kerajinan Bali dan nonmigas lainnya ke negeri Paman Sam itu rata-rata seharga 9,6 juta dolar AS per bulan perioda tahun 2007 sehingga dalam tahun ini mencapai 105,8 juta dolar.
Nilai ekspor Bali ke AS hampir menguasai 25 persen dari seluruh perolehan devisa tahun 2007 hingga pada November sebanyak 461,9 juta dolar dan konsumen luar negeri asal negeri Paman Sam merupakan terbesar selama ini.
Jika benar kondisi ekonomi masyarakar AS mengalami krisis, maka dikhawatirkan usaha industri kecil dan kerajinan Bali akan menerima dampaknya, karena banyak pesanan yang selama ini dari AS dapat dipastikan akan berkurang, kata Arnawa. (kpl/rit)