"Napi yang kabur berjumlah enam orang, satu di antaranya sudah tertangkap (Hendra Sabelue, 22 tahun) pada 23 Desember 2007. Jadi tinggal lima lagi. Pencariannya terus dikoordinasikan dengan pihak kepolisian," kata Kepala Keamanan Lapas Kelas II A Muaro Padang, Marten, di Padang, Jumat.
Dari lima napi yang masih diburu itu, tiga di antaranya terpidana mati kasus pembunuhan, masing-masing Taroni Hia (28) dan Irwan Sadawa Hia (25), pelaku kasus perampokan dan pembunuhan satu keluarga di Bayur, Kabupaten Agam yang dikenal sebagai peristiwa "Bayur Berdarah".
Selanjutnya Dodi Marsal (40) tahun pelaku pembunuhan satu warga dengan cara membakar tubuh korbannya di Bukittinggi. Sedangkan dua napi lainnya, Fendi Markus (27), Khairul Firman (32), kini masih dalam penyelidikan polisi.
Ke enam narapidana itu melarikan diri sekitar pukul 03.00 WIB hingga 06.00 WIB dengan cara menggergaji teralis langit-langit blok penjara.
Setelah keluar blok penjara, ke enam terpidana dengan menggunakan beberapa kain sarung yang diikat meloncat ke luar tembok LP melalui pos jaga II. Petugas jaga LP baru mengetahui pelarian tersebut, Selasa (9/10) pagi.
"Kita terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian daerah, guna menangkap para napi tersebut," tuturnya dan menyebutkan, keberadaan para napi itu sudah teridentifikasi oleh aparat kepolisian, namun tidak bisa diekspos.
Diharapkan, kata dia, upaya penangkapan kembali lima napi yang kabur itu, bisa berhasil dalam rentang waktu tahun 2008. (*/cax)