< >

AS Siap Memerangi Gerilyawan Dengan Tentara Pakistan

Jum'at, 25 Januari 2008 16:33
Kapanlagi.com - Amerika Serikat ingin mengirim tentara ke Pakistan untuk berperang berdampingan dengan pasukan negara Asia Selatan itu terhadap gerilyawan Islam, Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan Kamis.

Gates mengatakan Pakistan tidak minta tindakan seperti itu dan Washington belum menyampaikan proposal tersebut pada pemimpin Pakistan. Namun ia menjelaskan AS terbuka untuk memberikan lagi bantuan langsung.

"Kami tetap siap, ingin dan dapat membantu Pakistan serta untuk bermitra dengan mereka, untuk memberikan latihan tambahan, untuk melakukan operasi bersama, sebaiknya mereka berhasrat untuk berbuat demikian," Gates mengatakan pada wartawan di Pentagon.

AS, yang melancarkan perang di Irak dan Afghanistan terhadap gerilyawan yang telah menegangkan militernya, makin bertambah khawatir akan kebangkitan gerilyawan di daerah adat Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.

Daerah itu telah menjadi tempat berlindung yang aman bagi gerilyawan Taliban dan al Qaida, menurut pejabat AS.

Washington telah memberi Pakistan yang bersenjatakan nuklir sekitar 10 miliar dolar bantuan sejak 2001, ketika Islamabad menghentikan dukungannya pada gerakan Taliban di Afghanistan dan bergabung dengan perang pimpinan-AS terhadap terorisme setelah serangan 11 September.

AS telah membantu melatih pasukan Pakistan. Upayanya termasuk program untuk melatih dan memperlengkapi Korps Perbatasan, pasukan paramiliter yang direkrut dari daerah kesukuan.

Ditanya secara khusus apakah ia telah mempertimbangkan tentara tempur AS dan pasukan Pakistan beroperasi bersama melawan al Qaida, Gates mengatakan: "Jika Pakistan ingin melakukan itu, saya kira kami mau".

Operasi AS di Pakistan akan sangat sensitif secara politik bagi pemerintah Presiden Pervez Musharraf dan Gates mengatakan akan terserah pada pemimpin Pakistan untuk memperhitungkan pendapat publik ketika mempertimbangkan bantuan AS.

Gates mengatakan hanya sejumlah kecil dari tentara AS yang akan terlibat dalam satu operasi bersama dengan pasukan Pakistan untuk menyerang al Qaida, tapi tidak memberikan jumlahnya.

Perubahan di Pakistan

Para pejabat AS mengatakan mereka yakin Pakistan sekarang lebih tertarik untuk menghadapi gerilyawan karena mereka (gerilyawan) sekarang menimbulkan ancaman lebih langsung pada Pakistan sendiri, melalui tindakan seperti pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto.

Laksamana Mike Mullen, pejabat penting militer AS, menyebutkan bahwa pemimpin militer Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani ingin meningkatkan kemampuan pasukannya untuk memerangi gerilyawan.

"Kami telah mempelajari sangat banyak mengenai itu. Kami pikir kami dapat menambah banyak untuk...memecahkan masalah ini," Mullen, pemimpin kepala staf gabungan militer AS, mengatakan pada konferensi pers dengan Gates.

Pasukan Pakistan telah bentrok dalam sepekan terakhir dengan gerilyawan di daerah Waziristan Selatan di perbatasan Afghanistan. Hampir 150 gerilyawan dan lebih dari 20 tentara tewas dalam pertempuran itu.

Laksamana William Fallon, komandan militer penting AS untuk kawasan itu, telah mengadakan pembicaraan dengan Kayani di Pakistan pekan ini.

Para pejabat AS mengatakan mereka telah dikhawatirkan oleh gerilyawan di daerah perbatasan tidak hanya karena mengkhawatirkan stabilitas Pakistan tapi juga karena al Qaida dapat menggunakan daerah itu untuk merencanakan serangan lebih jauh.

"Saya pikir akan menjadi tidak realistis untuk menganggap bahwa semua perencanaan yang mereka lakukan dipusatkan secara seksama pada Pakistan," Gates mengatakan. "Saya pikir bahwa itu merupakan ancaman yang akan berlanjut ke Eropa dan juga ke kami." (*/cax)