Inflasi selama dua tahun terakhir itu hampir sesuai target yang direncanakan, kata Direktur direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Made Sukada di Kuta Jumat.
Ia mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara utama pada Seminar Diseminasi Kebijakan Moneter dan perkembangan ekonomi terkini: Tantangan pemberdayaan sektor riil dan pengendalian inflasi di daerah, yang diikuti jajaran kantor BI di seluruh Indonesia serta instansi terkait di Bali.
Tercapainya sasaran inflasi tersebut tidak terlepas dari stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan yang terjaga. Semua itu berkat koordinasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia.
Inflasi selain ditentukan oleh komponen inti, yakni nilai tukar, kesenjangan permintaan, penawaran dan ekspektasi juga sangat dipengaruhi kebijakan harga yang diatur oleh pemerintah.
Selain itu juga harga dari komponen makanan tertentu seperti minyak goreng, bebas dan sejumlah komoditi lainnya cukup berperan.
Sukada menambahkan, komponen permanen pembentukan inflasi juga cukup tinggi, yang mengakibatkan inflasi masih sekitar enam persen.
Inflasi tersebut cukup berimbang dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,3 % pada tahun 2007 merupakan angka pertumbuhan tertinggi selama sepuluh tahun terakhir sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 1997.
Pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan itu diharapkan dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan dalam tahun 2008, harap Sukada. (*/rsd)