"Prof Dr Ir Sarwoko Mangkoedihardjo MScES dan Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menjadi gubes ITS yang pertama dikukuhkan pada tahun ini," kata rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD di Surabaya, Sabtu.
Kedua guru besar dari Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) itu menjadi profesor ke-62 dan 63.
"Dengan pengukuhan kedua pakar sanitasi lingkungan dan bangunan pengolahan limbah itu berarti masih ada 10 guru besar lagi yang akan dikukuhkan," katanya.
Menurut dia, stok calon guru besar di ITS sebenarnya masih banyak, tapi tahun ini akan ditambah 10 guru besar lagi di luar dua guru besar yang dikukuhkan kali ini.
"Target penambahan jumlah guru besar itu untuk mengejar akreditasi A dari pemerintah yang salah satunya mensyaratkan porsi guru besar di sebuah perguruan tinggi (PT) itu minimal harus 20% dari total dosen," katanya.
Di ITS saat ini, katanya, baru bisa memenuhi sekitar enam persen dan Mendiknas meminta agar tahun 2009 mendatang ITS sudah bisa memenuhi porsi 10%.
"Karena itu, saya minta para dosen untuk segera mengurus kenaikan pangkatnya agar bisa juga segera menjadi guru besar," katanya.
Mantan Dekan FTSP ITS itu mengatakan syarat 20% untuk peringkat akreditasi itu dianggap terlalu sulit untuk direalisasikan.
"Secara nasional saja, total guru besar dibanding jumlah dosen yang ada masih mencapai 3,5%. Jadi, belum ada satu pun PT yang bisa memenuhi syarat 20% itu, meskipun PT yang sudah world class university sekalipun," katanya.
Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah meninjau ulang terhadap syarat peringkat akreditasi itu, kemudian kampus hendaknya diberi hak prerogatif untuk mengusulkan dan mengangkat guru besar sendiri.
"Itu karena kampus yang lebih tahu kualifikasi dari guru besar yang diangkatnya," katanya.
Selama ini, untuk mendapatkan guru besar, kampus mengusulkan kepada pemerintah melalui Mendiknas, kemudian bila telah disetujui, maka Mendiknas akan membuatkan surat keputusan (SK) pengangkatan.
Upacara pengukuhan gurun besar itu sempat dibuka penampilan maestro tari Didik Nini Thowok yang juga sahabat dari Prof Joni Hermana. Juga, ada tampilan penyanyi Hera AFI yang kebetulan tercatat sebagai mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan ITS. (*/bun)