
Upacara pemakaman dimulai dengan pembacaan riwayat hidup oleh Sekmil Kepresiden Mayjen Bambang Sutedjo yang menyebutkan bahwa Soeharto selama hidupnya mendapat 27 penghargaan dari pemerintah, serta sejumlah penghargaan dari negara-negara sahabat dan badan dunia.
Selanjutnya Presiden Yudhoyono membacakan Apel Persada yang mempersembahkan jasa-jasa Soeharto sebagai presiden RI kedua dengan pangkat Jenderal Besar kepada persada ibu pertiwi.
Sekitar pukul 12.15 WIB, peti jenazah yang berkalung untaian melati diturunkan ke dalam liang kubur oleh sekitar enam orang abdi Astana Giribangun berpakaian sorjan Jawa diiringi suara terompet.
Setelah dikumandangkan Adzan di tepi liang kubur, seluruh keluarga dan kerabat yang mengikuti prosesi itu kemudian menaburkan bunga diiringi lagu Gugur Bunga.
Selanjutnya Presiden Yudhoyono melakukan prosesi penimbunan liang lahat diikuti oleh keluarga dan kemudian ditimbun oleh abdi Astana Giribangun dengan tanah yang dikemas dalam karung plastik.
Makam mantan penguasa Orde Baru ini, ditempatkan di sebelah makam Siti Hartinah, istri Soeharto serta tiga makam lain, yang berisi orang tua dan kakak tertua Ibu Tien. (*/cax)