< >

Burung Pipit, Kenangan Manis Ruhut Bersama Pak Harto

Senin, 28 Januari 2008 15:50
Kapanlagi.com - Pak Harto telah berpulang ke Rahmatullah. Banyak kesan dan kenangan yang ditinggalkan beliau, terutama bagi orang-orang terdekatnya. Salah satunya Ruhut Sitompul, pengacara kondang sekaligus artis ini memang tercatat cukup dekat dengan keluarga Cendana.

Satu kenangan yang tidak dapat dilupakan Ruhut adalah saat almarhum Pak Harto mengajarinya makan burung pipit, satu makanan favorit Pak Harto khas Jogja.

"Kesan pertama tentang Pak Harto, beliau itu tahu kalau aku ini suka bercanda. Dan waktu datang ke rumah, beliau bilang kalau ngomong tidak usah serius, bercanda saja. Aku pikir ini pasti bercanda, sebab aku lihat beliau ini pejuang yang punya tanggung jawab besar terhadap bangsa dan negara. Orang boleh pandang beliau negatif, tetapi saya tetap bangga dan hormat pada beliau sebagai sosok yang pantang menyerah," ungkap Ruhut usai memberikan ucapan bela sungkawa di Cendana, Senin (27/1) malam.

Dari situlah, Ruhut pernah diajari Pak Harto cara makan burung pipit.

"Itu lho burung kecil yang banyak di sawah, waktu pas ada kiriman dari Jogja," katanya. Peristiwa itu membawa kesan mendalam bagi diri Ruhut. Bagaimana pun, katanya, Pak Harto seorang pahlawan.

"Sebagai bangsa yang besar kita sudah seharusnya menghormati jasa-jasanya dan saya mohon bangsa ini bisa memberikan maaf atas kesalahan dan kekhilafan beliau," tandasnya.

Mengenai rumor adanya keributan di antara anggota keluarga Cendana, yang kasak-kusuknya mengenai pembagian harta waris, Ruhut dengan jelas menyatakan hal semacam itu tidak ada.

"Saya melihat mereka itu saling hormat-menghormati dan akur, itu terlihat saat mereka berkumpul. Kalau ada yang bilang mereka tidak akur saya tampik, itu tidak benar," ujarnya. (kpl/wwn)

Lihat Profil: Ruhut Sitompul


KOMENTAR PEMBACA

netral_dong (31-01-2008 15:00:23)
@iner,
kayaknya berlebihan deh,
"tapi mampukah kalian kembalikan kepada saya apa yang sudah saya beri untuk negara ini selama 32th??? termasuk waktu-waktu saya bersama keluarga yang habis demi rakyat Indonesia..."
bukankah selama 32 thn itu presiden dan keluarganya seperti raja? kok mau dikembalikan seperti rakyat jelata?..
Tidak bisa dipungkiri, jaman pak Harto pembangunan di Indonesia, aman tentram. Tapi biayanya mahal, berapa korban yg harus ditutup2i untuk membungkam demokrasi? Berapa banyak kekayaan negara yg "menguap", berapa banyak hutang yg harus kita tanggung bersama? sekitar 1500 trilyun rupiah. Bayangkan, calon anak2 kita saja sudah dititipi hutang...
Bagaimanapun juga, kita memang harus menghormati pak Harto, sebagai bapak pembangunan, dan akan lebih kita hormati lagi kalau harta2nya dikembalikan ke negara...

iner (30-01-2008 10:59:27)
Setuju..
coba kalo pak harto bukan orang yang besar hati..pasti dia bakal bilang "Saya kembalikan lagi uang saya yang dianggap hasil korupsi selama 32th, tapi mampukah kalian kembalikan kepada saya apa yang sudah saya beri untuk negara ini selama 32th??? termasuk waktu-waktu saya bersama keluarga yang habis demi rakyat Indonesia.
Hayooo...pada bisa bilang apa? klo mau itung2n...secara pak harto itu ikhlas lo..mengabdi untuk negara tanpa pamrih..
Goodbye The Smiling Jenderal..The Successfull President of Indonesia.

aulia (29-01-2008 10:36:47)
yup sejuta persen setuju banget... toh pada kenyataannya pak harto begitu banyak jasanya pada bangsa dan negara ini.. liat aja pada jamannya pak harto gak ada negara yang berani main "caplok" pada keutuhan negeri ini, tapi begitu beliau lengeser... satu persatu negara kita "dicukili" mulai dari timtim bahkan sampe kebudayaannya... bagaimananpun PAK HARTO ADALAH PAHLAWAN BANGSA INDONESIA!!!
aisha (29-01-2008 09:26:44)
Setuju sm bang Ruhut...
Udahlah ngapain siy "org2 yg ga penting" itu pd byk omong menghujat

Arsip Foto Ruhut Sitompul
030.jpg
029.jpg
028.jpg
027.jpg