< >

Ratusan Peternak Ayam di Pekalongan dan Batang Gulung Tikar

Senin, 28 Januari 2008 15:49
Kapanlagi.com - Ratusan peternak ayam di Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang kini gulung tikar akibat melambungnya harga pakan ternak ayam, obat-obatan, dan peralatan ternak.

Piah, salah seorang peternak ayam di Pekalongan, Senin, mengatakan, kenaikan harga pakan yang sudah berlangsung dua pekan terakhir ini akan menambah beban peternak semakin berat sebab hal itu akan memicu kenaikan biaya produksi.

"Naiknya harga pakan, obat-obatan, dan bibit ayam dipastikan akan menambah beban peternak ayam sebab kenaikan harga ini tidak bisa diikuti dengan naiknya harga telur di pasaran," katanya.

Menurut dia, saat ini dirinya berusaha mempertahankan usahanya meski hasil produksi yang diterima terus menurun. "Kami mencoba bertahan dengan usaha ini kendati hanya pas-pasan bahkan terkadang merugi," katanya.

Harga bahan pakan seperti jagung semula Rp1.800,00 per kilogram kini naik Rp2.600,00/kg, harga kosentrat semula Rp4.000,00/kg naik Rp5.000,00/kg, dan bekatul dari Rp700,00/kg naik menjadi Rp1200,00/kg.

Sementara harga bibit ayam petelur (DOC) semula Rp3.000,00 per ekor naik menjadi Rp5.000,00/ekor, bibit burung puyuh Rp1.200,00/ekor menjadi Rp1.700/ekor, dan DOC ayam pedaging semula Rp3.000,00/ekor naik Rp4.000,00/ekor.

H. Saroni, salah seorang peternak ayam daging, mengatakan, keterpurukan peternak ayam ini mulai terjadi sejak adanya wabah flu burung dan kini makin kondisinya semakin parah ketika harga pakan dan bibit ayam naik.

"Kenaikan harga pakan dan bibit ayam ini kami pastikan akan dihadapi peternak ayam, bahkan mereka akan menutup usahanya akibat terus merugi," katanya.

Saat ini, kata dia, harga ayam pedaging Rp8.500,00/kg, telur ayam Rp 9.500,00/kg, dan telur ayam puyuh Rp100 ribu/kardus berisi 750 butir.

"Dengan harga itu, para peternak cenderung merugi dan akibatnya, ratusan peternak ayam mengalami gulung tikar," katanya.

Para pemilik poultry shop pun mengeluh dengan adanya kenaikan harga pakan ayam tersebut karena konsumennya berkurang drastis.

Shohibin, salah seorang pemilik poultry shop mengatakan, saat ini dagangan pakan ayam sedang mengalami kelesuan akibat sebagian peternak bangkrut dan sebagian lagi mencoba meracik pakan campuran sendiri dengan bahan yang lebih murah.

"Kenaikan harga pakan memicu peternak ayam memilih tutup dan sebagian lainnya meracik pakan dari bahan yang lebih murah," ujarnya. (kpl/lin)


BERITA TERKAIT