Kenaikan perolehan devisa yang cukup signifikan tersebut berkat pengusaha Bali gencar menggarap pangsa pasar China dengan mengikuti berbagai kegiatan pameran dagang di negeri itu, kata laporan Bank Indonesia (BI) Denpasar, Senin.
Di samping berpameran sekaligus penjualan langsung di tengah-tengah masyarakat negeri itu, tidak sedikit andil dari wisatawan China yang jumlahnya semakin banyak datang berlibur ke Bali sekaligus berbisnis.
Para eksportir dan pengusaha kecil daerah ini, dalam menggarap pasar China pernah mengikuti kegiatan bisnis bertaraf internasional, dengan membawa berbagai aneka barang suvenir sebagai daya tarik konsumen setempat.
Dua kegiatan akbar itu yang pernah diikuti selama 2006 adalah pameran dagang bertaraf internasional "The 3rd China-Asean Expo" (Caexpo) di Nanning dan "Indonesia Solo Exhibition" (ISE) di Shanghai, China.
Kegiatan itu tampaknya memberikan hasil lumayan, terbukti dalam tiga bulan nilai ekspor ke negeri tirai bambu tersebut meningkat dari US$ 1,8 juta pada Agustus menjadi US$ 2,3 juta September dan Oktober 2007 juga US$ 2,3 juta.
Pengusaha Bali antusias mengikuti berbagai kegiatan pameran dalam upaya menggarap pasar setempat, sambil membeli bahan baku pakaian yang berkualitas dengan harga murah, daripada di Indonesia dan Bali.
Aneka kerajinan Pulau Dewata tampaknya mampu memikat calon konsumen China untuk bisa memiliki dan membeli kerajinan bernilai seni yang dikaitkan dengan budaya Bali, hal itu terbukti dari perolehan devisa yang meningkat.
Sementara impor Bali dari China sesuai catatan BI Denpasar jauh lebih sedikit yakni 9,8 juta dolar AS selama periode sama 2007 atas pembelian aneka jenis makanan, pakaian, dan aneka barang keluaran pabrik lainnya. (kpl/lin)