"Rencana itu akan dimulai dengan membuka lahan kedelai seluas 15 ribu hektar pada tahun ini, dan akan dipacu terus pengembangannya dalam tahun berikutnya," kata Gubernur Kalteng A Teras Narang, di Palangka Raya, Senin.
Teras menyatakan, pemerintah daerah akan berupaya menggairahkan kembali para petani setempat untuk menanam kedelai yang selama bertahun-tahun lalu enggan membudidayakan komoditas itu karena rendahnya harga jual.
Provinsi Kalteng, lanjutnya, memiliki potensi yang besar untuk pengembangan kedelai. Rencananya pembukaan areal pertanian kedelai seluas 100 ribu hektar itu akan tersebar di enam kabupaten yang memiliki potensi dan kemampuan mengembangkan kedelai.
"Pengembangan pertanian kedelai skala luas juga sebagai upaya menghilangkan kebiasaan pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat, dengan harapan dapat diterapkan pola tanam berkesinambungan dengan tanaman padi," ujarnya.
Sasaran utama program itu diarahkan pada lahan-lahan terlantar milik masyarakat yang sering menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan.
Bila program itu terealisir, pada tahun 2010 produksi kedelai Kalteng diharapkan dapat menembus angka 130 ribu ton dengan asumsi produktifitas kedelai di Kalteng sekitar 1,3 ton per hektar.
Proyek itu terbilang ambisius mengingat produksi kedelai Kalteng saat ini masih sangat minim hanya sekitar 700 - 800 ton per tahun dan belum mampu mencukupi kebutuhan kedelai setempat yang mencapai 1.200 ton per tahun.
Produksi kedelai Kalteng saat ini bahkan hanya menyumbang 0,1 persen bagi kontribusi nasional meski tiap tahun mengalami peningkatan produksi hingga sekitar 20 persen.
"Kalau bisa kita harapkan dapat melakukan intensifikasi pertanian guna meningkatkan produktifitas hingga 1,5 ton per hektar," jelasnya.
Menurutnya, meski masih sedikit memproduksi kedelai, Kalteng memiliki sejumlah daerah sentra kedelai diantaranya di Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, dan wilayah Kelampangan, Kota Palangka Raya.
"Melonjaknya harga kedelai tentu dapat menjadi pemicu petani untuk menanam kedelai setelah musim tanam padi," ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian dapat mendukung upaya Kalteng dalam memacu produksi kedelai dengan memberikan bantuan bibit kedelai kepada para petani setempat. (*/rsd)