
Untuk menengahi hal tersebut, majelis hakim menawarkan draf yang secara garis besar berisi antara lain, pihak I (Dhani) dan pihak II (Maia) akan saling mencintai, menyayangi, menghormati, agar tercipta keluarga sakinah mawadah warohmah sebagai tujuan dari sebuah pernikahan.
Kemudian pihak ke II akan mendidik anak dengan baik, pihak I dan pihak II menyadari adanya kesalahan masing-masing dan saling memaafkan, pihak I dan II sepakat agar tetap bisa berkarya, dan pihak I dan pihak II bersepakat suami sebagai pimpinan dari rumah tangga dengan memperhatikan kedudukan istri secara seimbang.
Selain ajuan draf di atas, majelis hakim juga memberikan kesempatan kepada dua pihak selama 14 hari untuk melakukan mediasi di luar sidang agar pada sidang dua minggu ke depan sudah dapat diambil satu keputusan.
"Jadi nanti kami antar kuasa hukum akan mencoba membicarakan hal tersebut mulai hari ini atau besok. Apa pun keputusan dari mediasi di luar sidang ini akan kami laporkan pada sidang berikutnya," ujar Kapitra Ampera.
Kapitra sendiri yang diperbolehkan mendampingi Maia dalam sidang yang berjalan selama satu jam tersebut, karena dianggap Dhani sebagai orang yang tahu betul hukum Islam, menggambarkan jalannya mediasi alot di mana masing-masing pihak mengeluarkan ekspresi yang selama ini mengendap dalam hati.
"Tidak ada kesepakatan apa pun, yang ada nyaris semua yang sudah dikomunikasikan sebelumnya terlupakan," lukis Kapitra.
Untuk masalah dua hal keinginan Maia yang harus disepakati Dhani, sudah merupakan hal prinsipil bagi Maia.
"Jadi bagi kami ada hal yang prinsip harus diselesaikan. Spiritnya tetap damai, tapi ada hal-hal terakomodir dalam draf yang harus diselesaikan," timpal Shella Salomo, kuasa hukum Maia lainnya.
Sementara Maia sendiri, yang menunjukkan mimik sedih usai keluar dari ruang sidang, mengaku tidak begitu optimis dengan hasil hari ini.
"Kalau harapan damai sudah dari dulu, tapi tergantung, fifty-fifty-lah," katanya pasrah. (kpl/wwn)
Lihat Profil: Ahmad Dhani, Maia Ahmad
tibang minta maaf ama orang tua aja g mau,padahal jelas2 salah,apalagi berat ngurusi si mulan dari pada bini sendiri,suami g bisa di pake sampai tua tuh,bakalan sakit hati seumur hidup