Di babak pertama menghadapi Malaysia, Indonesia lebih dulu unggul lewat gol kaki Denny Handoyo. Namun, Indonesia harus kehilangan kiper utama Yos Adi Wicaksono yang mendapat kartu merah karena menahan bola dengan tangannya di luar kotak penalti. Ia terlalu jauh meninggalkan posnya dan digantikan Dede.
Babak kedua, Indonesia melakukan kesalahan. Malaysia menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri oleh Sayan Karnadi.
Selang sepuluh detik, Malaysia bahkan menambah gol lewat kaki Addie Azwan. Kedudukan pun menjadi 2-1 untuk Malaysia.
Indonesia mencoba bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat kaki Andri M.
Azwan kembali mencetak gol keduanya dan membawa kemenangan untuk Malaysia menjadi 3-2. Indonesia hingga babak kedua berakhir tidak sanggup menyamakan kedudukan.
Partai sebelumnya, Indonesia dikalahkan tim Australia dengan skor 1-5. Di babak pertama, Indonesia unggul 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Angga Surya Saputra. Sayang, keunggulan tersebut tidak dapat dipertahankan hingga Australia berbalik unggul 2-1 saat turun minum.
Di babak kedua, Australia mendominasi permainan. Tidak terlihat lagi serangan gencar Indonesia seperti yang diperlihatkan di babak pertama.
Tim lawan yang unggul secara fisik, membuat para pemain Indonesia kerepotan dan tak mampu mengembangkan permainan dengan baik. Australia akhirnya menutup pertandingan dengan skor akhir 5-1.
Usai pertandingan pelatih Justin Lhaksana mengakui timnya memang kalah dalam hal fisik. Padahal itulah kelemahan timnas Futsal Indonesia.
"Australia memang unggul dalam postur dan fisik yang kuat. Ini membuat pemain kita selalu kalah ketika melakukan duel one-on-one. Tapi secara permainan saya melihat justru timnas kita mengalami peningkatan dibanding sebelumnya," kata Justin.
Partai lainnya, Brazil mengalahkan tim China 4-0. (*/rsd)