Pernyataan mundur disampaikan Koordinator Pokja Ekbis, Faruq Radar usai pertemuan perwakilan tim dengan panpel di Surabaya, Selasa.
"Sebagai wujud sikap kami untuk menjunjung tinggi sportivitas dan fair play, Pokja Ekbis memutuskan mundur dari turnamen," katanya.
Ia menambahkan, keputusan mundur itu sudah dikoordinasikan dengan manajer tim dan sponsor pendukung. "Mereka mendukung keputusan kami. Surat resmi mundur akan kami sampaikan besok (30/1)," tambahnya.
Dengan mundurnya Pokja Ekbis, peserta turnamen berhadiah total Rp10 juta itu tinggal menyisakan sembilan peserta, yakni Siwo Emas (tim Porwanas Jatim), Karbon (Pokja Persebaya dan KONI Surabaya), Semeru (Polda Jatim), Kompor (KONI Jatim), Forwapel (pelabuhan), Ngajeni (hukum dan kriminal), Marcel (PWI Jatim), Pahlawan (Pemprop dan DPRD Jatim), dan Taman Surya (Pemkot Surabaya).
Keputusan mundur itu berawal dari ketidakpuasan Pokja Ekbis, setelah panpel melakukan verifikasi ulang dan mencoret sejumlah pemain yang sebelumnya diprotes peserta karena diketahui masih aktif bermain pada beberapa klub sepakbola dan bukan wartawan.
Dari hasil verifikasi ulang, sebanyak tujuh pemain dari beberapa tim dicoret dari keikutsertaan.
Secara administratif, ketujuh pemain ini sah dari persyaratan yang telah terpenuhi yakni kartu identitas kewartawanan. Namun, dalam perkembangan di lapangan, keberadaan pemain itu menimbulkan keresahan tim-tim peserta lainnya.
Pencoretan itu disepakati seluruh perwakilan tim yang hadir. Tapi, beberapa tim diantaranya Pokja Ekbis, Kompor dan Semeru yang terlanjur bertanding dengan tim yang menggunakan pemain "bermasalah" itu, minta agar laga sebelumnya dianulir atau diulang.
Tapi hingga pertemuan usai, tidak tercapai titik temu dan panpel menganggap hasil laga sebelumnya tidak berubah.
"Pencoretan pemain bermasalah demi kebersamaan dan untuk meredam kemungkinan adanya tim yang mengancam mundur. Ini juga bentuk hukuman dan panpel minta maaf atas kelalaian ini," kata Ketua Tim Verifikasi Panpel, Dwi Budiono Setiawan.
Turnamen futsal antar-pokja itu berlangsung sejak 23 Januari hingga 10 Februari 2008 di GOR Hayam Wuruk dan GOR Telkom Divre V Jatim di Surabaya memperebutkan hadiah uang Rp10 juta. (*/rsd)