Permintaan ini disampaikan Manajer Puslatda, Denny Trisyanto terkait persiapan PON XVII di Kalimantan Timur di Surabaya, Selasa.
Kedua srikandi itu saat ini tengah mempersiapkan diri mengikuti pemusatan latihan nasional di Korea untuk proyeksi Olimpiade, Agustus 2008, di Beijing, China.
Sementara itu kebijakan dari KONI Pusat melarang seluruh atlet Olimpiade mengikuti PON XVII, dengan alasan menghindari cedera bagi atlet-atlet yang lolos Olimpiade.
Aturan yang dikeluarkan KONI Pusat melalui satuan tugas (Satgas) itu terlalu berlebihan, karena banyak daerah yang dipastikan kehilangan medali dikarenakan atletnya ditarik ke pelatnas.
"Kami nanti kehilangan dua medali emas dari cabor panahan, karena keduanya dipastikan akan mendapat medali emas, dan ini tidak hanya terjadi bagi Jatim, juga bagi daerah lain," katanya.
Menurut Denny, bila memang kedua pemanah ini betul-betul tidak bisa kembali ke Puslatda, Jatim dipastikan akan kehilangan dua emas, karena Ika dan Rina telah membuktikan bisa mendapat dua medali emas dalam SEA Games di Thailand, Desember tahun lalu.
"Perhitungan di atas kertas, kalau keduanya bisa mendapat emas di SEA Games, hampir pasti mereka bisa meraih emas di PON. Tapi sekarang kalau mereka tidak bisa diambil untuk kepentingan PON, jelas kerugian bagi Jatim," katanya.
Apalagi, KONI Jatim saat ini gigih mengkampanyekan perburuan 100 keping medali emas dalam PON XVII nanti.
Denny mengatakan, bila dihitung secara materi, Jatim rugi Rp120 juta, jika kedua atlet ini tidak turun pada PON XVII. Hal itu, bila mengacu dari bonus yang dikucurkan KONI Jatim, dengan asumsi satu medali emas Rp60 juta.
"Bila KONI Pusat bersedia mengganti nominal yang sama, itu tidak masalah. Tapi kalau kedua atlet ini tidak bisa kembali, saya harap KONI Jatim memanggil kembali kedua atlet itu," katanya.
Prestasi Ika Yuliana Rochmawati merebut tiket ke Olimpiade 2008 Beijing, menjadi kebanggaan bagi Jatim.
Ika juga menjadi juara di Kejuaraan Asia Panahan di Xian, Tiongkok 2007. Selain itu, Ika menempati ranking satu di nomor recurve setelah mengalahkan pemanah Jepang, Yuki Hayashi.
Hasil ini sekaligus menampar PP Perpani, karena Mei lalu Ika dicoret dari tim panahan yang disiapkan ke SEA Games XXIV di Thailand. Namun, Ika dipanggil Pelatnas SEA Games kembali dan ternyata berhasil mempersembahkan medali emas buat kontingen Indonesia di SEA Games XXIV lalu.
Sedangkan prestasi Rina juga cukup baik. Pada PON 2004 XVI di Palembang, Rina berhasil mempersembahkan empat medali emas bagi kontingen Jatim dan di SEA Games XXIV juga menyumbangkan medali emas lewat nomor beregu putri. (*/rsd)