< >

Sidang Komisi Asean-UE Bahas Cikal Bakal Perdagangan Bebas

Rabu, 30 Januari 2008 07:25
Kapanlagi.com - Sidang putaran ketiga komisi bersama mengenai perdagangan bebas (FTA) ASEAN-Uni Eropa (UE) masih akan membahas cikal bakal cakupan dalam skema perdagangan bebas ASEAN-UE.

"Sidang putaran ketiga ini masih membahas agenda utama soal masalah, modalitas, rencana kerja dan jadwal perundingan dalam rangka pembentukan FTA ASEAN-UE," kata Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Edi Yusuf dalam keterangan resminya yang diterima wartawan, Selasa (29/1).

Menurut dia, cikal bakal cakupan dalam skema perdagangan bebas ASEAN-UE selepas 2010 kembali menjadi pokok pembahasan guna mencapai kemajuan.

Perutusan Indonesia dalam perundingan itu diwakili Direktur Kerjasama Regional Departemen Perdagangan Imam Pambagyo (Ketua), Edi Yusuf (ASEAN-Deplu), pejabat Departemen Perdagangan dan wakil dari Kedutaanbesar Indonesia Brussel.

Perundingan putaran ketiga ASEAN-UE itu berlangsung di Brussel, Belgia, 28 Januari-1 Februari 2008.

Perundingan putaran ketiga perdagangan bebas ASEAN-UE itu didahului seminar mengenai keterpaduan ekonomi kawasan ASEAN-UE.

Diskusi dan dialog oleh pejabat UE itu terkait dengan seluk beluk aturan, standar, prosedur dan tata cara berdagang, pengaturan keuangan, modal, hak cipta dan masalah terkait lain.

Seminar itu merupakan bentuk penyebaran dan pemasyarakatan aturan dagang dan rentetan aturan, yang lazim dilakukan Uni Eropa.

Pertemuan bersama dalam rangka pembentukan skema perdagangan bebas ASEAN-UE itu mengalami banyak kemajuan, sekalipun masih banyak kendala, yang harus dikompromikan.

Dia mengatakan bahwa beberapa hal telah disepakati sebagai unsur pokok dalam rancangan skema perdagangan bebas ASEAN-UE itu, antara lain menyangkut soal barang, jasa, modal, sarana perdagangan, transparansi aturan, dan cara penyelesaian sengketa.

"Namun, dari kemajuan itu, beberapa hal masih harus dicari titik temunya, antara lain dalam hal hak cipta, kebijakan persaingan, atau pembangunan berkelanjutan serta perdagangan.

Perundingan ketiga itu diharapkan semakin memberikan arah dan tanda kemajuan hakiki, yang dapat dicapai.

Potensi kekuatan berikut daya tarik dari kedua kawasan itu (ASEAN-UE) dengan jumlah penduduk melebihi 800 juta orang, dengan penyerapan pasar dan kekuatan jaringan akan memberikan potensi keuntungan bagi kedua kawasan.

"Tidak hanya dari keuntungan materi, tapi juga kemajuan ekonomi dalam arti lebih luas," katanya.

Indonesia, tambah dia, berperan penting untuk merebut peluang dan mengubah tantangan menjadi keuntungan bermanfaat, tidak hanya bagi ASEAN, tapi juga bagi Indonesia. (kpl/dar)