Pemain Irak Yang Tidak Diberi Visa Inggris Merasa Ditipu

Kapanlagi.com - Anggota tim nasional Irak Nashat Akram menuduh Kementerian Dalam Negeri Inggris menerapkan standar ganda setelah menolak untuk memberinya visa, yang bisa membuatnya menjadi pemain Irak pertama yang berlaga di Liga Utama Inggris.

Kementerian Dalam Negeri menolak aplikasi izin kerja Akram pekan lalu walau manajer Manchester City Sven-Goran Eriksson telah melakukan pendekatan personal atas nama Akram.

City telah setuju untuk merekrut Akram dari klub Al-Ain di Uni Emirat Arab dan ia membuat staf pelatih terkesan saat diuji di City.

Menurut harian The Times, aplikasi visa Akram ditolak karena tim nasional Irak hanya menempati peringkat ke-72 di dunia dan Kementerian Dalam Negeri hanya menerima aplikasi jika negara asal pemain minimal menempati peringkat ke-70.

"Ada banyak pemain dari negara Afrika yang tidak menempati peringkat yang baik," kata Akram kepada harian itu, lalu menambahkan walau dirinya merasa tertipu, ia tidak akan mengajukan banding terhadap keputusan itu.

"Saya ingin bertanya mengapa ... Saya ingin menjadi pembuka jalan bagi pemain Irak lain. Saya ingin memberi mereka harapan."

"Ini seperti prasangka terhadap negara saya ... Saya kecewa dan rakyat Irak kecewa. Ada banyak yang berharap saya bisa menjadi pemain Irak pertama yang bermain di Liga Inggris," tuturnya.

"Saya akan mencari klub di negara lain di mana saya diterima dengan baik," tambahnya.

Akram adalah salah satu pemain bintang Irak saat menjuarai Piala Asia di Jakarta, Juli tahun lalu. Ia juga bagian dari skuad yang berhasil mencapai semifinal Olimpiade 2004.

Kementerian Dalam Negeri tidak berkomentar soal aplikasi visa individual. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com