"Sudah tiba waktunya bagi pemerintah Suriah untuk mengubah prilakunya, mengakhiri dukungan bagi terorisme di wilayah tersebut, dan memberi warganya hak yang patut mereka terima," kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tom Casey dalam suatu pernyataan.
Departemen Luar Negeri mengeluarkan pernyataan tersebut sekitar dua bulan setelah Suriah menghadiri konferensi Timur Tengah yang diperantarai AS di Annapolis, Maryland.
Hubungan antara Suriah dan AS tampaknya sempat menghangat menyusul kehadiran Suriah dalam konferensi Annapolis.
AS telah menuduh Suriah mencampuri urusan di Lebanon, mendanai dan mendukung kelompok gerilyawan anti-Israel serta gerakan perlawanan di Irak terhadap pasukan koalisi pimpinan AS. Suriah membantah tuduhan itu.
Sementara itu Dewan Keamanan PBB, Selasa, mengutuk serangan mematikan yang menewaskan empat orang Jumat di Beirut.
Dewan Keamanan "mengutuk sekeras-kerasnya serangan teror" yang menewaskan Wissam Eid, penyelidik senior anti-terorisme di Lebanon, dan tiga orang lagi, demikian antara lain isi pernyataan yang dikeluarkan oleh Giadalla Ettalhi dari Libya, Presiden Dewan Keamanan untuk Januari.
Eid (31) terlibat dalam penyelidikan yang berkaitan dengan pembunuhan dalam beberapa tahun belakangan atas tokoh dan politisi anti-Suriah, termasuk mantan perdana menteri Rafik Al-Hariri.
"Anggota Dewan Keamanan mengulangi pengutukan semua pembunuhan terarah terhadap pemimpin Lebanon, terutama sejak Oktober 2004 dan menuntut segera diakhirinya penggunaan kekerasan dan intimidasi yang masih berlangsung terhadap lembaga dan pejabat Lebanon," demikian isi pernyataan Dewan Keamanan PBB.
Anggota Dewan, yang menyerukan diseretnya "para pelaku, penyelenggara dan penaja kejahatan keji ini" ke pengadilan, anggota Dewan juga menekankan perlunya untuk "mengakhiri kebebasan dari hukuman di Lebanon" dan "pentingnya persatuan semua rakyat Lebanon dan dialog politik". (*/cax)