"Ini karena bekas tembakan berada di bagian kiri belakang kepala Harmoko hingga tembus pelipis. Setelah membunuh suaminya, si istri diduga bunuh diri dengan senjata itu," kata Kapolres Sampang, AKBP Mujiono.
Kapolres mengakui bahwa senjata yang digunakan dalam pembunuhan itu adalah senjata kesatuan polisi.
Ia juga mengakui bahwa kondisi keluarga anak buahnya itu, memang sedang ada percekcokan. Namun demikian, Kapolres enggan menjelaskan apa penyebab percekcokan itu. (*/cax)