Nama PSP Minang Mendapat Sorotan

Kapanlagi.com - Rencana penggantian nama kesebelasan PSP Padang menjadi PSP Minang mendapat sorotan tajam, karena dinilai kurang tepat jika hanya ditujukan untuk mendapat dukungan dana dari masyarakat Sumbar.

"Tidak tepat nama PSP Minang itu, berat mempertangungjawabkannya, karena kata Minang berkait soal adat istiadat dan sejarah di Sumbar," kata tokoh adat masyarakat Minang, Johardi Das Datuak Tan Marajo di Padang, Rabu (30/01).

Ia menyebutkan, dalam sejarahnya kata "Minang" yang kemudian ditambah "Kabau" menjadi "Minangkabau", berarti menang kerbau (menang dalam bertanding, red).

"Jadi menyebut kata Minang, maka yang tersirat adalah Menang. Karena itu jika diberi nama PSP Minang, berarti selalu menang dalam pertandingan," katanya.

Persoalannya akan muncul jika PSP Minang kalah bertanding, apakah berarti Minang kalah, padahal dalam sejarahnya Minang tidak pernah kalah, tegasnya.

Karena itu, Johardi Das yang juga anggota DPRD Sumbar itu menyatakan, tidak sependapat dengan nama PSP Minang dan mengusulkan nama PSP Sumbar.

"Jika tujuannya untuk mendapatkan bantuan dana, maka lebih tepat dirubah menjadi PSP Sumbar," katanya.

Ia mengungkapkan, saat pembahasan anggaran APBD Sumbar 2007 adalah alokasi dana bantuan, termasuk untuk PSP. Saat itu disebutkan PSP Sumbar sehingga bisa dibantu dengan APBD provinsi, tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSP Minang Sumbar, Yusman Kasim mengatakan, rencana penggantian nama ini untuk menunjukkan PSP tidak lagi sekedar milik warga dan pemerintah Kota Padang, tetapi menjadi milik seluruh orang Minang di kampung halaman dan di perantauan.

Ia menyebutkan, pergantian nama ini telah dibicarakan dalam rapat pleno pengurus PSP untuk menghadapi kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama PSSI.

Menurut dia, dengan menyandang nama Minang, maka seluruh rakyat dan pemerintah daerah di Sumbar akan merasa ikut memiliki PSP dan dengan sendirinya dukungan kepada kesebelasan ini semakin besar, termasuk soal pendanaan.

"Dengan menjadi milik semua masyarakat Minang, maka bantuan buat PSP bisa dialokasikan dari APBD provinsi dan semua kabupaten/kota di Sumbar, sehingga dana dihimpun bisa lebih besar untuk membiayai PSP mengikuti kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama 2008," katanya.

Terkait pergantian nama ini, pengurus PSP sudah pula membicarakannya dengan Gubernur dan ketua DPRD Sumbar serta sejumlah bupati dan walikota. "Mereka mendukung dan tidak keberatan," katanya.

Kepada PSSI juga sudah dibicarakan hal ini dan tidak ada permasalahan dengan pergantian nama tersebut, tambahnya.

Lebih lanjut, Yusman Kasim menjelaskan, untuk persiapan dan mengikuti Kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama 2008, PSP membutuhkan dana mencapai Rp17 miliar dengan target prestasi minimal masuk papan tengah.

Kebutuhan dana tersebut diharapkan bisa bersumber dari bantuan APBD provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar, sponsor, donatur dan sumbangan masyarakat selaku pemilik PSP Minang.

Khususnya sponsor, manajemen PSP sudah mengirimkan surat kepada sejumlah calon untuk menjadi sponsor utama tim berjulukan "pendekar Minang" ini di Ligina Dinisi Utama PSSI 2008.

Calon sponsor yang dikirimi surat itu, antara lain, PT Telkom, PT Bank Nagari (BPD Sumbar, red), PT PLN dan perusahaan produsen rokok.

Melalui partisipasi sebagai sponsor PSP, pihak perusahaan dapat mempromosikan produknya kepada masyarakat, tambahnya.

Sumber dana PSP lainnya, diharapkan dari para donatur antara lain para saudagar Minang baik di rantau maupun kampung halaman.

Selanjutnya, diharapkan dari partisipasi masyarakat Sumbar untuk memberikan sumbangan bagi PSP.

"Untuk ini memang perlu kesepakatan bersama dan persetujuan dari DPRD, untuk menggalang dana dari partisipasi masyarakat" katanya.

Jika disepakati dan disetujui, penggalangan dana ini bisa dari sumbangan potongan pembayaran listrik ke PLN atau air bersih ke PDAM, tambah Yusman. (*/lpk)

©2003-2007 KapanLagi.com