"Blogger" Nay Phone Latt dan seorang pria lain ditangkap pada Selasa, kata Nyan Win, jurubicara partai Liga Bangsa untuk Demokrasi (NLD).
"Kami belum mengetahui secara tepat mengapa mereka ditahan, namun dia memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dengan komputer," kata jurubicara itu.
Pria lain, yang ditangkap, diyakini sebagai anggota sayap pemuda NDL, namun partai itu masih mencoba mengenalinya, kata Nyan Win.
Laman Nay Phone Latt ditulis dalam bahasa Myanmar dalam bentuk novel. Dia menggunakan itu sebagai forum untuk membicarakan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, seperti, pemadaman listrik, yang terjadi hampir sepanjang hari dan peningkatan biaya hidup.
Pemerintah tentara Myanmar memberlakukan kendali ketat atas internet, dengan menutup jalannya kepada laman berita dan bahkan layanan jasa surat elektronika, seperti, Yahoo atau Hotmail.
Anak muda akrab dengan teknologi berhasil mengatasinya dan membangun masyarakat maya.
Tentara sangat terganggu dengan ulah "blogger" selama unjukrasa pendukung demokrasi pada September 2007, ketika mereka menyediakan perincian kekerasan dan membantu berita menyebar di seluruh penjuru negara itu, tempat akses media masih dibelenggu.
Penguasa menutup jaringan internet pada puncak kekerasan dan menghentikan arus informasi mengenai kerusuhan itu.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa sedikit-dikitnya 31 orang tewas dalam penumpasan itu dan 74 lain masih hilang.
NLD mengatakan bahwa sekitar 100 anggotanya masih dalam tahanan sejak kejadian akhir tahun lalu itu.
Pemimpin partai itu, pemenang Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, menjalani hukuman tahanan rumah selama 12 dari 18 tahun hukumannya.
Puluhan pemimpin unjukrasa itu ditahan dengan tuduhan melanggar hukum negara tersebut, kejahatan dengan ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun, kata NDL. (kpl/rsd)