"Saya sudah sampaikan kepada Departemen Keuangan agar rencana pemotongan anggaran sebesar 15 % dapat dilaksanakan pada akhir tahun anggaran," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu, usai membuka Rapat Kerja 2008.
Dia menjelaskan, pihaknya meminta agar pemotongan anggaran tak dilakukan di awal tahun, tapi di akhir tahun setelah tender berjalan. "Saya yakin pasti ada sisa 20 % di akhir tahun dari penghematan tender," kata Djoko.
Karena itu dalam rapat kerja dengan jajarannya, Djoko meminta agar seluruh direktoratnya menggelar semua tender yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008. "Apapun kerjaan yang ada, tender saja," tegas dia.
Jika penghematan yang bisa dilakukan oleh departemennya pada akhir tahun kurang dari 15 %, Djoko mengatakan ia siap memotong anggaran departemen, terutama di pos konstruksi. "Tidak di semua pos, terutama (saya) potong dari konstruksi," kata dia.
"Saya yakin sisa anggaran tender kira-kira sebesar 20 %, jika ternyata tidak tercapai, maka akan ada perubahan kontrak kerja, kerjaannya dikurangi seperti misalnya pembangunan tanggul 15 Km menjadi hanya 14,5 Km," ujarnya.
"Saya berkomitmen terhadap rencana pemotongan anggaran yang diberlakukan pemerintah, namun cara kami beda, pengerjaan jalan dulu baru masalah penghematan nanti di belakangnya. Saya sudah laporkan masalah ini kepada Menteri Keuangan," lanjutnya.
Pemotongan anggaran sebesar 15 % merupakan keputusan bersama pemerintah untuk mengantisipasi melonjaknya belanja subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia.
Sementara itu dalam sambutan pembukaan Raker, Djoko Kirmanto mengatakan kenaikan anggaran Departemen PU secara signifikan dalam tiga tahun terakhir pada kenyataannya belum secara optimal diikuti dengan upaya peningkatan kemampuan pelaksanaan dan penyerapan anggaran yang lebih baik.
"Bahkan cenderung menurun dimana pada tahun 2007 realisasi keuangan hanya 87 %, lebih rendah dibanding tahun 2006 yang mencapai 93,3 %," ucap Menteri PU.
Menurut Djoko Kirmanto, permasalahan yang dijumpai secara eksternal antara lain kenaikan harga minyak dan gejolak ekonomi yang mempengaruhi anggaran secara keseluruhan maupun secara internal yang ditandai kurangnya kapasitas aparatur dalam memahami dan melaksanakan perubahan sistem keuangan negara, kelembagaan dengan dibentuknya balai-balai.
Belajar dari pengalaman tersebut, beberapa upaya perlu dilakukan agar pelaksanaan anggaran 2008 lebih baik dibanding 2007, terutama perlunya perbaikan manajemen atau tata kelola anggaran maupun kegiatannya.
Djoko Kirmanto menjelaskan, pelaksanaan anggaran di tingkat Satuan Kerja (Satker) perlu didukung kompetensi SDM pengelola yang semakin baik secara teknis teknologis sesuai bidang tugasnya.
Menteri PU meminta peningkatan kerjasama untuk kesesuaian peningkatan kompetensi SDM dengan kebijakan, strategi, dan program unit eselon 1, lintas sektor dan pemerintahan daerah serta pengembangan diklat teknis dan isu strategis yang berkembang seperti bencana dan penanganan kawasan. (*/rsd)