Program 30 menit ini merupakan sebuah program semi dokumenter yang menceritakan profil perempuan Indonesia yang melakukan berbagai kegiatan positif guna memperbaiki lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Para perempuan ini berjuang sesuai dengan bidang mereka masing-masing dengan segala keterbatasan dan kesederhanaanya. PERMATA TANGGUH akan menghiasi layar Astro Awani setiap Rabu pk. 19.30 wib mulai 6 Februari 2008.
Menurut Riza Primadi, Editor in Chief Astro Awani, program ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan Astro terhadap kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan para perempuan Indonesia.
"PERMATA TANGGUH adalah profil para perempuan Indonesia yang sederhana namun memiliki cita-cita dan pemikiran yang sangat mulia, pantang menyerah demi memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitarnya. Mereka adalah permata yang melalui usaha dan perjuangannya, dapat bersinar terang dan berguna bagi orang lain. Kami merasa perlu mengangkat dan menginformasikan profil dan perjuangan mereka kepada masyarakat luas. Tujuannya selain sebagai penghargaan dan dukungan bagi mereka juga agar pemirsa dapat terinspirasi untuk melakukan hal serupa," terang Riza.
Episode perdana PERMATA TANGGUH menceritakan profil Onah Lasmanah, seorang petani dari desa Ciamis, Jawa Barat. Perempuan yang sehari-harinya menyusuri ladang tanpa beralas kaki sambil memanggul cangkul ini membuat forgestery atas inisiatifnya sendiri.
Ia menghidupkan kegiatan PKK di desanya dengan menanam berbagai tanaman yang dapat diolah menjadi jamu tradisional. Ampas dari pembuatan jamu, ia gunakan untuk menjadi pakan ternak dan kompos atau pupuk.
Melalui kegiatannya ini, ia mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya. Ia juga sering memberikan pelatihan dan pengetahuan bagi para perempuan lainnya di desanya.
Berkat perjuangannya ia memperoleh berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah penghargaan dari Dinas kesehatan Kab. Ciamis. Semua ini dilakukan oleh Onah dengan senang hati dan tanpa beban.
"Sebagai petani saya ingin berguna bagi masyarakat sekitar. Dari dulu saya selalu memikirkan tentang ekologi bukan ekonomi. Saya ingin membuat lingkungan yang sehat sekaligus memberikan kontribusi bagi sekitar. Maka saya menanam jamu, mengolahnya dan menularkan kemampuan saya bagi para perempuan lainnya. Sebagai perempuan, makhluk yang melahirkan manusia ke bumi, saya percaya, bahwa segala hal yang terjadi saat ini, krisis ekonomi, keadaan yang serba sulit, dikarenakan oleh kaum perempuan. Maka saya juga percaya perempuanlah yang bisa menyembuhkan dunia ini," terang Onah.
Berbagai profil wanita tangguh dan bercita-cita mulia lainnya ditampilkan dengan lugas dan menyentuh dalam episode PERMATA TANGGUH lainnya.
Sebut saja Tri Mumpuni, wanita yang membangun PLTA ramah lingkungan dan membuat 60 desa tertinggal di daerah Subang teraliri listrik.
Selain itu ada pula profil Sutiani, salah satu dari dua orang guru yang mengajar di sekolah yang dapat ditempuh sekitar 5 kilometer dengan melintasi 5 bukit dengan hanya berjalan kaki.
Lain lagi cerita Maharani Caroline Salindeho. Ia mengabdikan hidupnya untuk yang memberikan jasa pelayanan hukum bagi petani dan nelayan Manado dengan mendirikan Lembaga Bantuan Hukum.
Seluruh profil mereka digambarkan lengkap sekaligus menyentuh. Selain bercerita tentang kegiatan mereka, mereka juga akan membagi nilai-nilai dan dasar pemikiran atau ajaran orang tua mereka yang mendasari mereka melakukan hal-hal positif ini. (astro/rit)