< >

Pemerintah Akan Bentuk BUMN Panas Bumi

Kamis, 31 Januari 2008 16:38
Kapanlagi.com - Pemerintah akan membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru yang khusus bergerak dalam pengembangan pertambangan panas bumi.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Sukusen Soemarinda di Jakarta, Kamis mengatakan, BUMN baru tersebut merupakan peleburan PT Geodipa, sebuah perusahaan patungan Pertamina dan PLN.

"Dalam BUMN baru ini, saham Pertamina nantinya hanya tertinggal tiga persen dari sebelumnya 65 persen di Geodipa," katanya.

Selain Pertamina, sebanyak 35 persen saham Geodipa lainnya dimiliki PLN. Tidak diketahui berapa persen saham PLN di BUMN yang baru.

Saat ini, Geodipa mengelola dua wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi yakni Dieng, Jateng dan Patuha, Jabar.

WKP Dieng sudah memproduksi listrik sebesar 60 MW, sedang Patuha belum.

Terdilusinya saham Pertamina tersebut dikarenakan Geodipa memiliki utang senilai 460 juta dolar AS ke pemerintah yang selanjutnya akan menjadi penyertaan modal pemerintah di BUMN baru.

"Piutang pemerintah di Geodipa akan menjadi ekuitas di BUMN yang baru," katanya.

Sukusen melanjutkan, setelah Geodipa, PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) yang merupakan anak perusahaan Pertamina juga akan melebur di BUMN yang baru.

Proses restrukturisasi tersebut merupakan amanat UU No 22 Tahun 2001 tentang migas yang mengharuskan Pertamina hanya bergerak di bidang migas saja.

Saat ini, PGE menguasai 15 WKP panas bumi dengan daya terpasang mencapai sekitar 800 MW. WKP tersebut di antaranya berlokasi di Kamojang, Salak, dan Lahendong.

Pengalihan aset Geodipa tersebut sudah mendapat persetujuan RUPS Pertamina yang berlangsung, Rabu (30/1) malam. (*/lin)

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar