Estrada, yang mendapat pengampunan tahun lalu segera setelah ia dihukum penjara seumur hidup karena korupsi, mengatakan daftar yang dibuat Transparansi Internasional itu "tanpa dasar dan fakta".
Daftar itu juga memasukkan almarhum Soeharto dan mantan diktator Filipina Ferdinand Marcos.
"Tidak ada usaha-usaha dari mereka untuk menghubungi saya. Saya akan bertemu dengan para pengacara saya bagi kemungkinan tindakan hukum," kata Estrada kepada AFP. "Saya terkejut."
Daftar Transparansi Internasional itu masuk dalam laporan korupsi globalnya , yang bertujuan untuk menunjukkan betapa korupsi merusak pembangunan. Daftar itu disiarkan secara lokal dan disebarkan di Internet.
Estrada menegaskan ia membangun kekayaannya melalui kerja keras.
Setelah mulai menjadi bintang film, ia menggunakan popularitasnya untuk dapat dipilih sebagai seorang walikota kota kecil, sebelum naik menjadi senator, wakil presiden dan pada tahun 1998 menjadi presiden
Akan tetapi masa jabatan enam tahunnya terhenti akibat satu revolusi rakyat dan ia meninggalkan kantor dengan nama buruk 30 bulan setelah berkuasa.
Ia digugat karena skandal korupsi berskala luas , ditahan dan diadili selama enam tahun sampai ia dibebaskan tahun lalu.
Tetapi orang menggantikan dia, Gloria Macapagal Arroyo , memberikan pengampunan dan kemudian membebaskan dia dengan syarat ia harus mengembalikan 80 juta dolar yang kabarnya diperolehnya melalui uang suap judi ilegal dan uang yang dicuri dari pajak-pajak.
Estrada berulangkali membantah menggelapkan dana masyarakat , menyatakan bahwa jutaan uang yang didepositokan ke rekening-rekening rahasia bukan miliknya. Pengadilan-pengadilan sejauh ini memperoleh kembali lebih dari 200 peso (4,92 juta dolar) dari yayasan sosial yang ia dirikan, serta rekening manajemen investasi senilai lebih dari 1,1 miliar peso.
"Itu bukan uang saya . Mereka dapat menyitanya. Tetapi mereka tidak dapat menyita properti pribadi dan harta milik saya," katanya. "Saya memperoleh semua ini melalui kerja keras. Saya telah dizalimi pers."
Politikus berusia 70 tahun mengatakan ia tidak lagi mencari kedudukan publik, tetapi akan tetap unsur penting bagi oposisi politik termasuk satu peran dalam memilih kandidat mereka dalam pemilihan presiden tahun 2010. (*/rsd)