< >

PKS Canangkan 100 Tahun Kebangkitan Bangsa

Sabtu, 02 Februari 2008 07:15
Kapanlagi.com - Partai Keadilan Sejahtera mencanangkan 100 tahun kebangkitan bangsa pada pembukaan musyawarah kerja nasional (Mukernas) di kawasan Pantai Sanur, Bali, Jumat malam.

Mukernas itu dibuka oleh Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmy Aminuddin, diikuti sekitar 1.500 pimpinan partai hingga tingkat kabupaten/kota dan tidak kurang 500 kader yang ada di Bali.

"Di tengah berbagai masalah bangsa seperti soal ekologi, ekonomi, dan budaya, kami yakin bangsa ini bisa bangkit. Harapan itu masih ada," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring.

Mukernas yang akan berlangsung hingga Minggu (03/02) tersebut diharapkan bisa menghasilkan rumusan yang lengkap mengenai kebangkitan bangsa.

Bahkan, jelas Tifatul, diharapkan bisa melahirkan beberapa solusi dan rekomendasi bagi bangsa yang sedang terpuruk dari berbagai segi ini.

Selain agenda besar itu, dalam Mukernas juga akan dibahas target dan strategi pemenangan pemilu bagi PKS, baik jangka pendek maupun panjang.

"Kami berharap target perolehan suara 20% pada Pemilu 2009 bisa tercapai. Kami akan menjadi partai besar, tidak medium lagi," ucapnya.

Sementara Mahfudz Siddiq, salah seorang Ketua DPP PKS, menyatakan bahwa pencanangan 100 tahun kebangkitan bangsa akan menjadi spirit besar dalam bekerja dan merumuskan strategi.

Meski demikian PKS sadar bahwa untuk menuju kebangkitan bangsa diperlukan kerja sama dengan berbagai unsur lainnya.

Oleh karena itu, katanya, dengan mengusung Islam sebagai rahmat bagi seluruh ummat, PKS terbuka untuk bahu-membahu dan kerja sama tanpa melihat perbedaan agama dan suku demi kebangkitan NKRI.

Salah satu agenda Mukernas pertama yang dilangsungkan di luar Jawa ini adalah dialog kebangsaan dan kebudayaan.

Dalam dialog kebudayaan bertema "Menggali akar budaya Indonesia untuk kebangkitan nasional", akan menghadirkan budayawan-budayawan ternama seperti Emha Ainun Najib, ABG Satria Naradha (pimpinan Bali Post) dan Mustafa Kamal.

Diharapkan hasil dialog mampu menginspirasi bangsa Indonesia yang kini terpuruk di segala bidang. Hal itu mengingat budaya Indonesia yang luhur mampu menjadi salah satu faktor pendorong dalam kemajuan peradaban bangsa.

Sedangkan dialog kebangsaan akan menghadirkan Taufik Kiemas, Jacob Utama, dan Hidayat Nurwahid. Sementara mantan Wapres Try Sutrisno batal hadir.

Dalam dialog ini akan dikupas mengenai "Kata sepakat tentang ke-Indonesia-an pasca reformasi".

Hasil dialog diharapkan dapat menjadi unsur perekat bangsa yang makin hari justru banyak terjadi perbedaan yang berujung perpecahan.

Menurut Mahfudz, agenda mukernas kali ini juga ingin mempertegas keterbukaan PKS. "Selain mempertegas keterbukaan, kami juga ingin menunjukkan bahwa PKS siap membangun bangsa ini," ucapnya. (*/lpk)