"Jika hanya mempertahankan produk primer Jambi sampai kapanpun tidak akan mendapatkan nilai tambah," kata Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Jumat.
Kini daerah itu terus mencari investor yang mau mengembangkan industri hilir berbasis agro industri, sambil mempercepat outlet pembangunan Jambi Agro Industrial Park (JAIP) di Muaro Sabak, Kab. Tanjung Jabung Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ali Lubis mengatakan, luas areal perkebunan kelapa sawit sampai 2006 mencapai 409.445 ha dengan tanaman menghasilkan 296.095 ha dan belum menghasilkan seluas 105.977 ha.
Dari luas kebun kelapa sawit itu telah menghasilkan produk tandan buah segar (TBS) sebanyak 4,7 juta ton atau 946.437 ton CPO.
Kontribusi pendapatan bruto petani kelapa sawit senilai Rp2,2 triliun. Sementara volume ekspor yang dihasilkan 33 juta ton dengan nilai ekspor sekitar US$11 juta. (*/rsd)