Wakil Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Yusuf Hidayat, di Jombang, Sabtu mengaku heran dengan sikap politik PAN yang dianggapnya telah melanggar kesepakatan dengan PPP beberapa waktu sebelumnya.
"Kami siap mencabut kesepakatan itu, kalau memang PAN sudah menentukan sikap lain," katanya di sela-sela pertemuan dengan ulama asal Hadramaut, Yaman, Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz di Ponpes Tebuireng, Jombang, itu.
Dalam Rakerda DPD PAN Jawa Timur di Surabaya pada 26-27 Januari lalu telah menetapkan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai pasangan cagub dan cawagub Jatim dari partai berlambang matahari itu.
"Padahal dalam kesepakatan dengan kami sebelumnya, PAN hanya akan mencalonkan Gus Ipul sebagai cawagub, sedang cagubnya dari PPP," katanya.
Ia menyebutkan, dalam kesepakatan antara PPP dan PAN hanya ada lima nama Cagub Jatim, yakni Farid Al Fauzi (Ketua DPW PPP Jatim), Masfuk (Bupati Lamongan), Djoko Subroto (mantan Pangdam V Brawijaya), Haris Sudarno (mantan Pangdan V Brawijaya), dan Mayjen TNI Bambang Suranto (Pangdam V Brawijaya).
"Dalam kesepakatan itu tidak ada nama Soekarwo, berarti PAN telah mencederai kesepakatan yang dibuatnya sendiri," kata Yusuf menyayangkan langkah PAN.
Sebelumnya salah satu koordinator PAN wilayah Mataraman (Jatim bagian selatan), Nuruddin Hasan telah mengingatkan agar PPP tidak menonjolkan egoismenya sendiri.
"PPP jangan hanya mengandalkan ananiyahnya saja, sudah ada Gus Ipul, mengapa masih saja mencalonkan Ketua DPW PPP Jatim. Makanya beberapa daerah di Jatim banyak menolak kesepakatan itu," kata Ketua DPD PAN Kota Kediri itu. (kpl/rit)

Masayu Anastasya
Ratu Felisha
Andi Soraya
Lucky Resha
Fairuz A Rafiq


