'RAMBO' Ditolak, Stallone Ancam Pemerintah Myanmar

Kapanlagi.com - Sylvester Stallone mengancam akan mengekspos area pembunuhan di Birma, jika para pejabat pemerintahan negara junta militer itu menolak film barunya, RAMBO, untuk beredar di sana.

Aktor gaek laga telah melakukan syuting film tersebut di kawasan rimba di Birma, yang kini disebut Myanmar, dan merasa marah jika film aksinya tersebut tak bisa menembus negara itu, menyusul tindakan keras atas pendistribusian versi bajakan dari film tersebut.

Para pejabat Myanmar dikabarkan sangat geram dengan alur film tersebut, dimana karakter Stallone yang melawan pihak militer negara tersebut dalam sebuah misi untuk membebaskan sekelompok pekerja sosial Kristen yang ditahan.

Sylvester mengatakan, "Jika Pemerintah Birma tak punya sesuatupun yang disembunyikan, saya sangat ingin pergi ke sana dan membuktikan pada dunia dimana ribuan mayat dari wanita dan anak kecil dikuburkan."

"Biarkan para jenderal itu melihat pada saya dan mengatakan pada saya bahwa mereka punya negara yang bebas. Itu tak akan pernah terjadi," tandasnya. (cmc/bun)

©2003-2007 KapanLagi.com