< >

Tuna Masih Andalan Ekspor Bali 2008

Senin, 04 Februari 2008 20:42
Kapanlagi.com - Tuna segar maupun yang sudah dibekukan produksi Bali masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas dari sektor perikanan tahun 2008 bersama mata dagangan hasil industri kecil dan kerajinan.

"Tuna segar yang diekspor ke AS, Jepang dan negara Asia lainnya masih kita andalkan untuk perdagangan luar negeri," kata Kasubdin Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Senin.

Hasil laut tersebut tetap menjadi salah satu andalan Bali sehubungan perolehan devisanya tahun 2007 mengalami peningkatan 56,7 % menjadi US$58,9 juta , jika dibandingkan tahun 2006 yang hanya US$37,6 juta.

Selama tahun 2007, pengusaha di Bali mengapalkan 18.621 ton tuna segar dan yang sudah dibekukan, atau melonjak 87 % dibandingkan tahun sebelumnya hanya 9.941 ton.

Dari laporan Disperindag Bali disebutkan, sebenarnya harga rata-rata tuna produksi Bali di pasaran dunia berkurang dari US$3,7 per kg tahun lalu, menjadi US$3,3 per kg tahun 2007.

Selain harganya turun di pasaran ekspor, pengusaha sebenarnya diterpa banyak masalah, seperti akibat kenaikan harga BBM dan kebijakan yang dianggap kurang menguntungkan, sehingga pernah mengancam semua kapal tidak dioperasikan.

Ada sekitar 700 kapal penangkap tuna long line yang mangkal di Pelabuhan Benoa, 15 Km selatan Denpasar dan beroperasi setiap saat guna mengisi permintaan pasar terutama yang datang dari Jepang, AS, China dan Taiwan.

Walau terjadi banyak permasalahan yang menerpa para pengusaha penangkapan ikan di laut itu, namun berkat keuletannya dalam beroperasi maka volume perdagangan ekspor dan perolehan devisanya meningkat terus,

Tuna masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas Bali selain pakaian jadi, kata Kusumawathi seraya menyebutkan bahwa Bali memperdagangkan sedikitnya sembilan jenis hasil laut yang memasuki pasar ekspor.

Hasil laut yang memasuki pasar ekspor selain tuna juga juga ikan hias hidup, kepiting, kakap, kerapu, nener (bibit bandeng), lobster, sirip ikan hiu dan rumput laut yang banyak dihasilkan petani Nusa Penida. (*/rsd)